Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pengguna Kartu Tol Elektronik Tembus 49 Persen

JAKARTA, KompasProperti - Jelang penerapan sistem transaksi non tunai 100 persen di gerbang tol (GT), jumlah pengguna kartu tol elektronik berangsur-angsur naik.

Berdasarkan catatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk., saat ini pengguna kartu tol elektronik mencapai 49 persen. Jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan catatan pada awal Agustus lalu yang baru 28 persen.

"Sudah jalan pengkondisiannya. Posisi pada pertengahan September 49 persen," kata AVP Corporate Communications Jasa Marga Dwimawan Heru di Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Menurut dia, Jasa Marga sudah mengambil langkah maksimal untuk memberikan informasi kepada masyarakat, bila pada 31 Oktober mendatang seluruh transaksi non tunai diberlakukan.

Untuk itu, ia berharap masyarakat dapat segera beralih menggunakan transaksi non tunai. Selain itu, saat kebijakan ini diterapkan, 100 persen GT akan melayani transaksi non tunai. Meski demikian, Heru memastikan tidak semua GT merupakan gerbang tol otomatis (GTO).

"Gardu semi otomatis (GSO) juga ada, jadi tetap gardunya tapi reader-nya kami keluarkan. Jadi masyarakat bisa transaksi secara mandiri," kata dia.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menambahkan, sosialisasi transaksi non tunai saat ini jauh lebih baik bila dibandingkan tahun 2008.

Intervensi yang dilakukan pemerintah, tak hanya pada peningkatan produksi kartu tetapi juga dalam menyediakan alat transaksi di masing-masing GT.

"Tapi ini tetap harus terus disosialisasikan kembali ke masyarakat, sehingga penetrasinya lebih meningkat lagi," kata Herry di kantornya, Jumat (29/9/2017).

Dia menambahkan, salah faktor penyebab terjadinya kemacetan di jalan tol adalah transaksi di GT. Di samping keterbatasan ruas dalam menampung jumlah mobil.

Herry memastikan, pemerintah akan memperbaiki persoalan kemacetan di tol ini satu per satu. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih nyaman dan lancar saat berkendara.

"Di GT ini kan tempatnya terbatas. Nah kalau semua transaksi membutuhkan waktu lebih panjang ya antreannya pasti lebih panjang lagi," tutupnya.

https://properti.kompas.com/read/2017/09/30/191840421/pengguna-kartu-tol-elektronik-tembus-49-persen

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar