Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cegah Aksi "Fast And Furious", Tol Semarang-Solo Dipasangi 20 CCTV

Baca: Viral, Mobil Lawan Arah di Jalan Tol

Video tersebut sempat viral di media sosial. Tak ingin mengulang kejadian serupa, PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Semarang-Solo telah menyiapkan puluhan kamera pengintai (CCTV) di sepanjang jalan tol, mulai dari Banyumanik hinga Salatiga.

Direktur Utama TMJ Yudhi Krisyunoro mengatakan, pengadaan CCTV tersebut untuk mempermudah pemantauan lalu lintas di jalan tol. Ia mengakui, saat ini jumlah CCTV yang terpasang masih sangat minim.

"Saat ini baru tiga buah dan itupun baru di tiap gerbang tol, yakni di GT Banyumanik, GT Bawen, dan GT Salatiga. Belajar dari pengalaman kejadian mobil melawan arus tersebut, kami sedang siapkan banyak CCTV,” kata Yudhi, Sabtu (30/9/2017).

Yudhi mengaku, lantaran minimnya CCTV, saat kejadian tersebut pihaknya kesulitan untuk mengidentifikasi mobil yang melawan arus.

Berdasarkan evaluasi dari kejadian tersebut, TMJ mendesak untuk menambah jumlah CCTV di berbagai sudut.

"Saat ini kami sedang lelang sekitar 20 CCTV. Target kami dapat dipasang paling lambat akhir tahun ini," sebut Yudhi.

Menurutnya, jumlah 20 CCTV tersebut kemungkinan masih akan bertambah sesuai dengan kebutuhan. Idealnya tiap 500 meter, ada satu CCTV yang terpasang.

Namun pada tahap pertama ini, ke-20 CCTV tersebut akan dipasang di titik strategis, seperti di simpang susun, underpass, maupun overpass.

"Tahun depan kami akan pasang lagi, tiap 500 meter. CCTV itu nantinya akan merekam laju kendaraan di dua arah selama 24 jam dalam sehari," jelas Yudhi.

Sebelumnya pada pertengagan Juni 2017 lalu, beredar video rekaman sebuah kendaraan minibus warna silver tertangkap kamera warga melintas melawan arah di Jalan Tol Semarang-Ungaran menuju Salatiga.

Seorang netizen pemilik akun Christovita Wiloto merekam peristiwa itu selama 30 detik.

"EDAN !!! Tadi waktu di tol ke Salatiga dari Semarang, kami dikejutkan dengan mobil FAST FURIOUS ALA INDONESIA, di seberang jalan ada kendaraan melaju kencang melawan arus tol, mobil melaju cukup jauh kembali ke gerbang masuk Salatiga. Edan !!!. Saya rekam via video handphone," tulis akun Christovita Wiloto.

Baca: Viral Mobil Lawan Arus di Tol, TMJ Sebut Pelaku Keluar di GT Ungaran

Tidak diketahui secara persis kapan video itu diambil. Namun pemilik akun tersebut baru mengunggahnya ke Facebook 15 jam yang lalu, dilihat pada Minggu (11/6/2017) pukul 13.20 WIB.

Adegan yang terekam di video tersebut, mobil Toyota Kijang kapsul tersebut terlihat melintas di kilometer 20 hingga 21 ke arah Ungaran yang seharusnya diperuntukkan bagi kendaraan ke arah Semarang.

Paling tidak, sepanjang rekaman video, mobil tersebut sudah melaju melawan arus sepanjang 500 meter. Sedikitnya, ada enam mobil yang berpapasan dengan kendaraan yang nekat tersebut.

https://properti.kompas.com/read/2017/09/30/115119721/cegah-aksi-fast-and-furious-tol-semarang-solo-dipasangi-20-cctv

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar