Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ketika Basuki Cerita Kebutuhan Rumah Tukang Cukur

JAKARTA, KompasProperti - Setiap lapisan masyarakat membutuhkan hunian. Namun, tidak semuanya memiliki akses yang sama untuk membeli dan memiliki rumah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku sering mendengar keluhan masyarakat terkait akses perumahan.

Salah satunya yang ia dengar langsung adalah dari tukang cukur di bilangan Jalan Tendean, Jakarta.

"Saya pernah sambil dicukur, sambil dengar mereka (tukang cukur) cerita ingin sekali punya rumah," ujar Basuki saat bincang bisnis "Rumah untuk Rakyat" di SCTV Hall, Senayan City, Jakarta, Kamis (29/9/2017) malam.

Basuki menuturkan, ketika itu, seorang tukang cukur yang memangkas rambutnya bercerita tentang kesulitan membeli rumah. Namun dia mengatakan punya kemampuan mencicil.

Tukang cukur yang dimaksud Basuki bahkan mampu mengirimkan uang kepada keluarga di kampung sebesar Rp 300.000 setiap minggu.

Jika dalam seminggu saja tukang cukur dapat menyisihkan Rp 300.000, maka dalam sebulan bisa mencapai Rp 1,2 juta.

Nilai ini tentu bersih tanpa dipotong kebutuhan tukang cukur sehari-harinya di kota.

"Mereka ini sangat mampu sebenarnya. Sekarang saja cicilan rumah subsidi hanya sekitar Rp 700.000-Rp 900.000 per bulan selama 15-20 tahun," jelas Basuki.

Ia melanjutkan, kesulitan para tukang cukur maupun masyarakat dengan pekerjaan informal lainnya adalah pada akses perbankan.

Pasalnya, mereka tidak memiliki slip gaji sebagai bukti kemampuan mencicil setiap bulan seperti karyawan pada umumnya.

Untuk memfasilitasi masyarakat dengan pekerjaan informal yang tidak memiliki slip gaji tapi mampu mencicil, Basuki mendorong pemanfaatan fitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Mikro.

Produk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN ini membidik keluarga atau individu berpenghasilan rata-rata Rp 1,8 juta hingga Rp 2,8 juta per bulan.

Segmen masyarakat ini tidak masuk dalam kategori penerima KPR Subsidi baik dalam skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

https://properti.kompas.com/read/2017/09/29/093325421/ketika-basuki-cerita-kebutuhan-rumah-tukang-cukur

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar