Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tambahan "Rest Area" Jalan Tol di Lahan PTPN Masih Sebatas Usulan

Menurut Budi, dibutuhkan tahapan-tahapan lebih lanjut untuk merealisasikan usulan pemanfaatan lahan tersebut.

"Pertama kami harus mengantongi izin dari Kementerian PUPR terlebih dahulu. Selain itu juga masih butuh koordinasi untuk menyusun master plan rest area ini," kata Budi, Selasa (26/9/2017).

Lokasi yang disiapkan, berada di kawasan Kebun Getas, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Baca: Jokowi Resmikan Tol Terindah se-Indonesia

Selain izin dari Kementerian PUPR, hal lain yang dibutuhkan untuk mewujudkan rest area ini adalah terpenuhinya akses jalan menuju lokasi.

"Lokasinya memang belum ada akses jalannya," imbuh Budi.

Sebelumnya, di sela peresmian Jalan Tol Bawen-Salatiga oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Senin (25/9/2017) sore, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengaku telah berkomunikasi dengan Dirut PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX untuk membuat satu rest area di kawasan Tuntang.

Sekitar 10 hektar lahan PTPN akan digunakan sebagai rest area, guna mengakomodasi UMKM yang ada di sekitar ruas Tol Bawen-Salatiga seperti yang diinginkan Jokowi.

Usulan exit toll mencuat karena kekhawatiran Salatiga akan menjadi "Kota Mati" jika jalan bebas hambatan Semarang-Solo dibuka.

Baca: Bupati Minta TMJ Diskon Sewa Ritel di Rest Area Tol Bawen-Salatiga

"Karena ini terkait dengan spesifikasi teknis, kapan bisa dibuka untuk on ramp atau off ramp. Jadi nanti akan kita lihat dahulu," kata Basuki.

Tarif Mahal

Dalam kesempatan itu, Basuki juga menanggapi tarif ruas Tol Bawen-Salatiga sebesar Rp 1.000 per kilometer atau total Rp 17.500 yang dinilai masyarakat terlalu mahal.

Menurutnya, mahal dan murah itu relatif karena bergantung pada nilai investasi, konstruksi dan tanahnya.

"Pembangunan jalan tol ini juga merupakan hasil tender dan bukan hasil penunjukan. Jadi ini sudah melalui kompetisi di antara para developer," jelas Basuki.

https://properti.kompas.com/read/2017/09/27/075417121/tambahan-rest-area-jalan-tol-di-lahan-ptpn-masih-sebatas-usulan

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar