BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dan Indonesia Future City
Salin Artikel

Tanpa Basa-basi, Serbu Tawaran Rumah Rp 100 Jutaan!

Pameran bertajuk Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 sedang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. 

Saat KompasProperti mengunjungi pameran tersebut pada hari pertama, Kamis (14/9/2017), deretan stan beradu cantik dengan aneka dekorasi. Berkas cahaya warna-warni memancarkan silau satu sama lain. Sudah jelas, tujuannya agar pengunjung tergugah untuk berlabuh di stan mereka.

Panitia menyiapkan tiga hall sekaligus (5,6, dan 7) untuk menampung lebih dari 100 stan pengembang properti se-Indonesia. Peserta pameran pun beragam, mulai dari pengembang rumah rakyat hingga pengembang yang fokus pada properti premium.

Pengembang yang berpartisipasi misalnya anggota Dewan Pimpinan Daerah Realestat Indonesia (REI) mulai dari Jakarta, Banten, Batam, hingga Papua. Selain itu, ada pula Sinarmas Land, Sentul City, Jababeka, Ciputra, PP Properti, Summarecon, Agung Podomoro Land, dan masih banyak lainnya.

Lantas, adakah pengembang yang berani tawarkan harga rumah Rp 100 jutaan?

Setelah berkeliling, KompasProperti menemukan beberapa pengembang yang menawarkan hunian dengan harga kisaran tersebut. Lokasi rumah yang ditawarkan cukup banyak pilihannya, seperti Tangerang, Bogor, Bekasi, Banten, Karawang, dan sebagainya. Masih bisa disebut sebagai wilayah satelit Ibu Kota Jakarta.

Sebagai contoh, rumah di kawasan Grand Karawang Residence tipe 29/60 ditawarkan dengan harga Rp 123 juta dengan cicilan bersahabat Rp 900.000 per bulan.

Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terdapat hunian Ambar Kemang Regency dengan tawaran harga Rp 141 juta untuk satu unit.

Ada pula hunian terjangkau di perumahan Mutiara Bekasi Jaya, Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Harganya dimulai Rp 133 juta untuk tipe rumah 22/60. Uang mukanya sebesar Rp 2,68 juta dengan tenor cicilan selama 20 tahun.

Seorang pengunjung, Fadli (31), mengatakan, pameran properti tersebut menawarkan produk hunian yang variatif dan sesuai kebutuhan kaum muda.

“Kalau anak muda kan tertariknya beli properti dengan harga terjangkau, sebisa mungkin kisaran Rp 100 juta- Rp 200 juta. Nah, ternyata pameran ini mengakomodasi hal itu,” ujar Fadli yang datang bersama dua orang rekannya.

Pengunjung lainnya, Ayu (41), mengatakan, ia penasaran dengan tren properti saat ini. Karena itu, ia menyempatkan diri untuk berkeliling area pameran Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017.

“Ya, mumpung pamerannya gratis dan dekat rumah saya. Sengaja datang di hari-hari awal biar enggak berdesakan,” ujar ibu rumah tangga tersebut.

Pengunjung dapat menyaksikan pawai budaya khas daerah-daerah Indonesia, festival makanan, demo memasak, dan penampilan artis-artis ternama.

Bagi para pelaku industri properti, tersedia pula berbagai konferensi dan kongres, antara lain International Conference on ICT for Smart Society (ICSS), Kongres Asosiasi Pemrakarsa Indonesia Cerdas (APIC), C-Generation Summit, serta Konferensi terkait kota cerdas (smart city).

Gairahkan properti

Terkait pameran tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, tujuan utama acara adalah mendorong masyarakat berani investasi pada sektor properti.

“Kami deteksi uang masyarakat tersimpan di bank lagi banyak sekali. Karena itu, kami berharap event ini dapat membuat masyarakat yakin bahwa inilah saat tepat berinvestasi properti,” tuturnya.

Ia melanjutkan, pergelaran yang berlangsung hingga 24 September itu juga bagian dari upaya mendukung Program Sejuta Rumah.

“Seluruh pengembang anggota REI serta sejumlah pemerintah kota dan kabupaten kami dorong mengikuti pameran ini,” kata pria yang karib disapa Eman itu.

Sementara itu, dalam pidato pembukaannya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengapresiasi pihak penyelenggara yang peduli dengan Program Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah pada 2015.

Ia juga berjanji, akan terus mengawal penyederhanaan izin membangun perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di daerah-daerah.

https://properti.kompas.com/read/2017/09/16/141100821/tanpa-basa-basi-serbu-tawaran-rumah-rp-100-jutaan-

Terkini Lainnya

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar