Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Revitalisasi Pasar Cinde, Pengembang Tunggu Hasil Kajian Tim Ahli

JAKARTA, KompasProperti - PT Aldiron Hero Group, selaku pengembang Pasar Cinde, Palembang, masih menunggu hasil kajian kedua yang dilakukan tim kajian revitalisasi Pasar Cinde.

Hingga kini masih terjadi perbedaan pendapat antar ahli cagar budaya dalam memaknai boleh atau tidaknya revitalisasi pasar yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya itu.

Baca: IAI Setuju Pasar Cinde Direnovasi, Asal Memenuhi Syarat...

Direktur Utama PT Aldiron Hero Group Atar Tarigan mengatakan, sejauh ini sudah ada empat desain yang diusulkan dalam revitalisasi Pasar Cinde. Termasuk satu di antaranya merupakan usulan pengembang dengan mempertahankan fasad atau bagian depan bangunan.

"Karena masih ada perbedaan persepsi antar ahli budaya terhadap UU Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, itu artinya ada empat alternatif desain yang diusulkan. (Dari empat desain), ada yang mengizinkan untuk menghilangkan, ada yang tidak," kata Atar kepada KompasProperti di Jakarta, Sabtu (9/9/2017) malam.

Ia mengaku rencana revitalisasi Pasar Cinde banyak menuai pro dan kontra. Terlebih, sejak pasar itu ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan SK Wali Kota Palembang Nomor 179a Tahun 2017 tentang Penetapan Pasar Cinde sebagai Bangunan Cagar Budaya Tingkat Kota.

Baca: Pemerhati Cagar Budaya: Harus Ada Perlakuan Khusus untuk Pasar Cinde

Kendati demikian, bila revitalisasi pasar tidak mengacu pada perjanjian build operate transfer (BOT) yang disepakati, maka hal tersebut juga tak bisa dilaksanakan.

"Kalau itu (desain) lahirnya dari pendapat subjektif, kami menunggu saja. Bagaimana pendapat ahli struktur, bagaimana pendapat ahli arsitektur," kata Atar.

"Yang jelas, kalau dari para ahli arsitektur, apa yang diinginkan temen-temen untuk dicoba diimplementasikan itu sangat sulit dengan teknologi yang ada sekarang," lanjut dia.

Sebelumnya diberitakan, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) pun sempat melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika mendengar kabar pasar tersebut hendak direnovasi, tahun lalu.

Tak hanya dari kalangan arsitek, masyarakat Palembang juga menggalang dukungan penolakan renovasi pasar tersebut.

Salah di antaranya yaitu dengan melayangkan petisi dan membentuk komunitas #SavePasarCinde.

"IAI sempat surati Jokowi agar mengingatkan Gubernur Sumatera Selatan untuk tidak melupakan sejarah kotanya. Karena kelihatannya yang ngotot ini kan gubernur," kata Ketua Badan Pelestarian IAI Aditya W Fitrianto kepada KompasProperti, Kamis (20/7/2017).

Di dalam surat tersebut, ada tiga hal yang mereka sampaikan. Pertama, berharap agar Presiden Jokowi meminta Gubernur Sumatera Selatan menghentikan rencana pembongkaran Pasar Cinde.

Kedua, mengubah strategi pengembangan pasar dan fasilitas baru dalam kerangka revitalisasi Pasar Cinde Terpadu melalui Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG).

Karena Pasar Cinde merupakan bangunan cagar budaya, maka mesti mendapat rekomendasi dari TABG Cagar Budaya.

Terakhir, revitalisasi dimaksud adalah bangunan utama dengan bentuk khas serta kolom cendawan dapat dipertahankan.

https://properti.kompas.com/read/2017/09/11/110626221/revitalisasi-pasar-cinde-pengembang-tunggu-hasil-kajian-tim-ahli

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar