BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dan Meikarta
Salin Artikel

Jangan Khawatir Punya Apartemen di Cikarang!

Tentu, siapa pun tidak dilarang mengekspresikan kekesalannya akibat kemacetan itu. Meski demikian, tak bijaksana juga bila setelah proyek rampung, kita masih saja mengomel. 

Jalan Tol Jakarta-Cikampek adalah salah satu sarana menuju Cikarang, Kabupaten Bekasi. Harus diakui, jalan adalah urat nadi perekonomian.

 
Lantaran pertimbangan itulah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada sekitar 1990-an menetapkan Kabupaten Bekasi menjadi daerah industri. Jadilah, setelah penetapan itu, Cikarang terkena imbasnya, bertumbuh begitu pesat.
 
Wajah Cikarang
 
Industri memang sudah mengubah wajah Kabupaten Bekasi. Kabupaten Bekasi bahkan menjadi daerah dengan APBD terbesar di Jawa Barat, yakni mencapai Rp 5,2 triliun, tulis laman karawangbekasiekspres.com.

Boleh saja, pada tahap pembangunan kemacetan menjadi kendala bagi yang melintasi Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Namun begitu, optimisme tetap harus terjaga lantaran saat rampung, proyek di jalan tol sepanjang 72 kilometer itu, bakal berbuah manis.

 
Maka dari itu, menilik berbagai keunggulan Cikarang, rasanya kita tak perlu khawatir untuk memiliki apartemen di wilayah yang kini berkembang pesat menjadi pusat perekonomian Kabupaten Bekasi itu. Baca: Semua Berebut, Mengejar Matahari Terbit di Cikarang...

Harus diingat juga, selain jalan tol, akses menuju Cikarang saat ini pun kian komplet oleh keberadaan kereta rel listrik (KRL) commuter line. Pada September ini, PT KAI Commuter Line Jabodetabek (KCJ) merealisasikan jalur terkini KRL relasi Jakarta Kota-Cikarang pergi pulang. Uji coba KRL untuk relasi ini sudah berlangsung pada 28 Juli 2017, tulis laman Kompas.com.

Pada stasiun-stasiun itu disiapkan prasarana dua lantai untuk pembelian tiket. Khusus Stasiun Cikarang, ada desain megah yang diwujudkan selain prasarana dua lantai itu, yakni lift.

Kelak, rute kereta Jakarta Kota-Cikarang membutuhkan waktu tempuh 1 jam 15 menit. Kedua stasiun tersebut terhubung rel sepanjang 43,9 kilometer dengan 21 stasiun antara.

 
"Jarak tempuh bakal lebih cepat jika proyek rel ganda-ganda selesai," kata Kepala Hubungan Masyarakat KCJ Eva Chairunnisa.
 
Harga tiket Jakarta Kota-Cikarang, menurut Eva, sesuai dengan aturan sebesar Rp 5.000. Itu merupakan tarif subsidi dari tarif normal Rp 11.000. KCJ sejauh ini masih belum menentukan jadwal operasi kereta harian.
 
"Untuk sementara diperkirakan bakal ada lima trip pergi pulang," kata dia. 

Maka dari itu, silakan buang kekhawatiran memiliki apartemen di Cikarang. Jarak tempuhnya sudah dipersingkat dengan kelancaran lalu lintas bila seluruh proyek di jalan tol maupun rel kereta api rampung. 

Untuk apartemen dimaksud, kota baru Meikarta telah disediakan. Proyek hunian terpadu dan terintegrasi milik Lippo Group itu menjadi harapan baru. Pasalnya, Meikarta adalah Jakarta baru yang menjadi harapan baru bagi Cikarang dan bahkan sekitarnya.

https://properti.kompas.com/read/2017/09/11/074637321/jangan-khawatir-punya-apartemen-di-cikarang

Terkini Lainnya

Penghasilan Rp 900.000 Sebulan, Pemulung di Klender Terima Bantuan Bedah Rumah
Penghasilan Rp 900.000 Sebulan, Pemulung di Klender Terima Bantuan Bedah Rumah
Berita
Investasi Sektor Properti Tembus Rp 120,4 Triliun hingga September 2026
Investasi Sektor Properti Tembus Rp 120,4 Triliun hingga September 2026
Berita
Investasi Sektor Properti Tembus Rp 34,6 Triliun di Triwulan III 2026
Investasi Sektor Properti Tembus Rp 34,6 Triliun di Triwulan III 2026
Berita
Bukan Sekadar Hiasan, Ini Makna Wuwungan pada Rumah Tradisional Jawa
Bukan Sekadar Hiasan, Ini Makna Wuwungan pada Rumah Tradisional Jawa
Arsitektur
Ritel dan Hotel Melonjak, Recurring Income Pakuwon Tembus Rp 4,44 Triliun
Ritel dan Hotel Melonjak, Recurring Income Pakuwon Tembus Rp 4,44 Triliun
Berita
Penyaluran FLPP Capai 194.360 Unit hingga Oktober 2026, Total Rp 24,22 Triliun
Penyaluran FLPP Capai 194.360 Unit hingga Oktober 2026, Total Rp 24,22 Triliun
Berita
Tanah Warisan Masih Girik? Lurah Bisa Bantu Telusuri Riwayatnya
Tanah Warisan Masih Girik? Lurah Bisa Bantu Telusuri Riwayatnya
Tips Properti
Sebelum ke BPN, Pemilik Tanah Perlu Urus Dokumen Ini Lewat Lurah
Sebelum ke BPN, Pemilik Tanah Perlu Urus Dokumen Ini Lewat Lurah
Tips Properti
Mengenal Wuwungan, Hiasan Unik pada Atap Rumah Orang Jawa
Mengenal Wuwungan, Hiasan Unik pada Atap Rumah Orang Jawa
Arsitektur
Siapa Pemilik 3.116 Kilometer Jalan Tol Indonesia? Ini Petanya
Siapa Pemilik 3.116 Kilometer Jalan Tol Indonesia? Ini Petanya
Berita
Kuasai 42 Persen Market Share, Jasa Marga Masih Raja Jalan Tol Indonesia
Kuasai 42 Persen Market Share, Jasa Marga Masih Raja Jalan Tol Indonesia
Berita
Simpan Girik Puluhan Tahun Tapi Belum Sertifikat? Ini Bahaya dan Solusinya
Simpan Girik Puluhan Tahun Tapi Belum Sertifikat? Ini Bahaya dan Solusinya
Tips Properti
Pinjam KUR Perumahan di Bawah Rp 100 Juta Tak Perlu Jaminan
Pinjam KUR Perumahan di Bawah Rp 100 Juta Tak Perlu Jaminan
Berita
Awas Tanah Anda Diincar Orang! Segera Petakan Sendiri Lewat HP
Awas Tanah Anda Diincar Orang! Segera Petakan Sendiri Lewat HP
Tips Properti
Mundur 10 Tahun, Akankah Janji Indonesia Bebas ODOL 2027 Terealisasi?
Mundur 10 Tahun, Akankah Janji Indonesia Bebas ODOL 2027 Terealisasi?
Berita
Terpopuler

Copyright 2008 - 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar