Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Banyak Vila Dikomersialkan, Pengelola Hotel di Semarang Resah

Vila-vila pribadi ini tersebar di kawasan wisata Bandungan dan Kawasan Kopeng. Biasanya vila-vila ini ditawarkan kepada pengunjung pada akhir pekan. Kondisi ini tentu saja dikeluhkan para pengusaha hotel di Kabupaten Semarang.

"Para pengelola hotel sangat menyayangkan hal itu," kata Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Semarang Fitri Rizani, Jumat (25/8/2017) siang.

Dia menjelaskan, model yang ditawarkan adalah sewa pribadi, yakni pihak penyewa hanya menghubungi penjaga vila sejak jauh hari. Kemudian, penjaga meneruskan ke pihak pemilik.

Fitri menengarai praktik menyewakan vila ini sudah terjadi sejak tiga tahun yang lalu. Paling banyak vila-vila ini terisi setiap akhir pekan.

Sedangkan tarif yang ditawarkan memang jauh lebih murah dari harga sewa kamar hotel. Misalnya untuk vila dengan tiga hingga empat kamar, harga yang dipatok per malam berkisar mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

"Harga sewa vila pribadi yang lebih murah, secara tidak langsung berdampak kepada jumlah omset," kata dia.

Menurut Fitri, kondisi ini sangat merugikan para pengelola hotel. Apalagi keberadaan vila pribadi sejauh ini belum tersentuk pajak. Sedangkan hotel, setiap bulannya harus membayar pajak usaha.

"Kalau itu dibiarkan terus menerus bisa mematikan usaha hotel," cetus dia.

Fitri mengaku tidak mempermasalahkan apabila vila-vila tersebut membuka pelayanan penginapan. Asalkan berizin dan mengubah jenis vilanya menjadi vila komersial.

"Kalau jumlahnya, saya tidak hafal," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, Tajudin Noor mengaku sudah mendapatkan banyak laporan tentang alih fungsi vila menjadi hunian komersial di sejumlah kawasan wisata di Kabupaten Semarang.

Pihaknya masih mempelajari aturan yang ada. Sebab sejauh ini Perda yang ada baru sebatas mengatur tentang pajak rumah kos, dan hotel.

"Sedangkan untuk vila itu yang belum ada," kata Tajudin.

Sementara itu, Kabid Perpajakan Badan Keuangan Daerah (BKUD) Kabupaten Semarang Cholid Mawardi mengungkapkan fenomena alih fungsi vila menjadi hunian komersial sudah banyak dilaporkan oleh para pengusaha hotel saat membayar pajak.

Namun ia mengakui keberadaan vila pribadi komersial tersebut juga menyulitkannya untuk melakukan pemungutan pajak.

"Karena kan ijinnya buka komersil namun pribadi, tapi kenyataannya dikomersilkan," tuntas Cholid.

https://properti.kompas.com/read/2017/08/25/184341321/banyak-vila-dikomersialkan-pengelola-hotel-di-semarang-resah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar