Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Basuki Uji Pegawainya di Sidang Doktoral Undip

Kesibukan menjadi menteri membuat dirinya tak sempat membaca, sehingga pengetahuan tidak berkembang.

Dia pun punya cara agar tetap membaca, sekaligus tidak melupakan pengetahuan yang dimilikinya. Salah triknya dengan menjadi penguji sidang-sidang ilmiah di sejumlah fakultas tehnik sipil di berbagai kampus di Indonesia.

Pada Senin (14/8/2017) pagi, Basuki terlihat memakai baju toga hitam di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Dia datang untuk menjadi penguji eksternal dalam sidang ilmiah salah pegawainya di Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Yunitta Candra Sari.

"Saya menguji S3 ini sudah banyak, ada di IPB, Gajahmada, Undip. Ini utuk memelihara bacaan saya, kalau seperti ini dipaksa untuk membaca," kata Basuki, kepada KompasProperti.

Berbagai pertanyaan kritis muncul dari mulut Basuki. Sebelum bertanya, dirinya dipaksa untuk membaca materi disertasi. Melalui model itulah, dia bisa menjaga penggetahuannya.

"Penelitian (Yunitta) itu sederhana, tapi Insyallah bermanfaat untuk bidang pengairan di kementerian PUPR," ujarnya.

Menurut Basuki, temuan Yunitta unik karena hanya berpatokan pada data sederhana. Yunitta sebagai doktor perempuan pertama permukaan di Ditjen Sumber Daya Air mampu menemukan cara menghitung hidrologi air.

"Ada rumus penghitungan hidrologi, rumus dirumuskan di Amerika, tapi itu dikoreksi dan diaplikasikan di Indonesia secara sederhana. Penelitian itu sederhana, jelas tapi manfaatnya akan besar bagi dunia perairan," tambah Basuki.

Sementara itu, Yunitta mengatakan, penelitiannya berguna untuk melakukan rekayasa teknis terutama di bidang sumber daya air.

Metode temuannya dapat digunakan untuk perencanaan bendungan, operasional bendungan, mengetahui debit banjir, dan pengelolaan bendungan pada umumnya.

Metode yang dipakai yaitu menghitung curah hujan, kemudian dialihragamkan menjadi debit.

"Di wilayah Indonesia itu harus punya data debit. Kalau kita mendesain bendungan, kalau gak punya data debit dan debit banjir di sungai kita perlu mencari data hujan lalu dialihragamkan ke data debit. Nah, itu pakai metode saya bisa," tambah alumnus Univeraitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Promosi doktor selain diuji oleh Basuki juga sejumlah penguji antara lain dekan Tehnik Sipil Agung Wibowo, Suprapto, Suseno Darsono, dan Pranoto Samto Atmojo. 

https://properti.kompas.com/read/2017/08/15/070000621/basuki-uji-pegawainya-di-sidang-doktoral-undip

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar