Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jembatan Teluk Balikpapan Dikerjakan Tahun Ini

BALIKPAPAN, KompasProperti - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), Yusran Aspar, optimistis pengerjaan fisik pembangunan jembatan di Teluk Balikpapan berlangsung tahun 2017.

Dia mengatakan, dinamika terkait dalam studi, perencanaan, hingga perizinan telah dilewati.

Kini, tinggal menyerahkan dokumen detailed engineering design (DED) untuk disetujui Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang ditargetkan pada Agustus.

"Semua sudah final. Terakhir rapat dengan Gubernur Kaltim kemarin. Tidak ada lagi pembahasan lagi. Tinggal menunggu lelang. Tahun-tahun ini akan terealisasi fisik," kata Yusran di Balikpapan, Minggu (6/8/2017).

Jembatan Balikpapan-PPU ini membentang di atas Teluk Balikpapan. Rencananya, bentangnya sekitar 5,4 kilometer, lebar 33 meter, dengan ketinggian di atas 50 meter.

Pembangunan jembatan ini diproyeksi menelan dana Rp 6 triliun-Rp 7 triliun. Bila terwujud nanti, jembatan akan dikelola dengan sistem tol atau berbayar.

Yusran mengatakan, Pemerintah Provinsi Kaltim, PPU, dan Balikpapan telah membangun kesepahaman bersama.

"Memang sempat ada pembahasan tentang alur dan berapa pylon jembatan. Sekarang tidak ada masalah lagi," kata Yusran.

Dengan adanya infrastruktur ini, perjalanan antara PPU Balikpapan nantinya bisa lebih singkat. Jika sebelumnya ditempuh dalam waktu sekitar 30-60 menit dengan menggunakan kapal cepat maupun kapal feri, kelak tidak sampai 10 menit.

Keberadaan jembatan akan memajukan PPU serta pemerataan pembangunan bersama sebagai kota di teluk. Terlebih kedua kota ini, Balikpapan dan PPU, tengah berkembang menjad kota industri.

"Jadi jangan dilihat Balikpapan itu Balikpapan saja. Penajam itu juga Balikpapan," kata Yusran.

Dana pembangunan jembatan ini murni dari investasi dan tidak menggunakan dana APBD maupun APBN.

Skema pembiayaan: 55 persen ditanggung PT Waskita Karya, 25 persen Pemprov Kaltim, 15 persen PPU dan lima persen Balikpapan.

Yusran mengungkapkan, saat ini sudah 14 investor melamar lewat Pemprov Kaltim untuk pembuatan jembatan tol ini.

"Tiga investor lain melamar melalui kami (PPU)," kata Yusran.

Tol PPU-Balikpapan ini menyusul impian lain Kaltim membangun banyak megaproyek. Saat ini, tengah berlangsung pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda, pembangunan rel KA, Kawasan Industri Kariangan di Balikpapandan Buluminung di PPU, hingga jembatan Pulau Balang sebagai bagian trans Kalimantan. 

https://properti.kompas.com/read/2017/08/07/061130121/jembatan-teluk-balikpapan-dikerjakan-tahun-ini

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar