Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

3 Penjara Disulap Jadi Hotel Mewah

Di beberapa negara, ada bekas penjara yang telah diubah menjadi hotel mewah.
Setelah direvonasi, bangunan ini memberikan pengalaman berbeda dari hotel kebanyakan.

1. Four Season Sultanahmet

Berjarak hanya lima menit berjalan kaki dari tempat-tempat utama di Istanbul, Anda tidak akan percaya hotel bintang lima ini pernah menjadi penjara Turki berusia 100 tahun.

Kamar mandi di tiap kamarnya dilapisi marmer sehingga pengunjung dapat merasakan sensasi kemewahan ketika berendam.

Selain itu, lounge di jendela kamar balkon menghadap ke taman yang subur, menciptakan tempat yang cerah dan santai untuk berlibur.

Menurut Business Insider, jika dilihat dari dekat, pintu kayu yang mengarah ke lobi Four Seasons Sultanahmet, berasal dari bangunan asli bangunan itu.

Salah satu pilar marmernya terdapat ukiran dari nama mantan narapidana. Untuk menginap di hotel ini, pengunjung harus merogoh kocek Rp 4,3 juta per kamar.

2. Liberty

Dibangun pada tahun 1851, fasilitas penjara masif itu berubah menjadi hotel dengan 298 kamar dan suite. Pada 1990, sejumlah tahanan terakhir dipindahkan dari penjara tersebut.

Restoran hotel, Clink, dibangun di sekitar sel penjara yang diawetkan. Sedangkan pekerjaan besi tempa di jendela dibiarkan ada sampai sekarang.

Untuk satu malam, pengunjung dibebankan biaya mencapai Rp 6,3 juta per kamar.

3. Sofitel Luang Prabang

Hotel de la Paix, terletak di Laos, dulunya adalah penjara kota.

Sedangkan, pancuran dengan efek siraman air hujan dan bak mandinya memberikan relaksasi besar-besaran setelah seharian di kolam renang.

Kolam renang dengan ubin dari batu kecubung atau amethyst terlihat menakjubkan dan menyediakan banyak ruang untuk dinikmati bersama.

Sementara itu, untuk memuaskan lapar, penghuni bisa bersantap di Governor's Grill yang makanannya disajikan oleh koki kelas dunia. Biaya menginap semalam di hotel ini adalah sekitar Rp 3 juta per kamar.

https://properti.kompas.com/read/2017/07/23/203442521/3-penjara-disulap-jadi-hotel-mewah

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar