Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kata Sophia Latjuba Harga Rumah di Indonesia Terlalu Mahal, Benarkah?

Sophia bahkan mengaku benci terhadap harga properti di Indonesia dan memilih untuk membeli di Jerman.

Baca: Sophia: Saya Benci Harga Properti di Indonesia

Faktanya, berdasarkan hasil riset Knight Frank yang berjudul "The Wealth Report 2017", Jerman masuk dalam daftar negara-negara paling diminati untuk tinggal atau pembelian properti.

Knight Frank melaporkan, Jerman berada di urutan ketiga dalam daftar negara di dunia yang paling diincar untuk investasi. Adapun urutan pertama dan kedua diduduki oleh Britania Raya dan Amerika Serikat.

Jerman, khususnya Berlin, dinilai sebagai model regenerasi yang sukses. Dua daerah di Berlin, yakni Mitte dan Kreuzberg, telah memimpin keberhasilan regenerasi pengembangan.

Adapun Pankow, dengan pemandangan budaya, butik, dan kehidupan malam yang semarak, kini mulai berkembang semakin "lembut".

Beberapa tahun terakhir, di Berlin telah terjadi ledakan perusahaan rintisan dengan lebih dari 40.000 perusahaan baru didirikan setiap tahunnya.

Hal ini menyebabkan harga properti di Berlin tumbuh 8,7 persen dan menempati posisi ke-13 dunia menurut Prime International Property Index (PIRI) 2017. 

Sementara itu, Jakarta jauh berada di posisi ke-54 dunia dengan kenaikan tipis hanya 0,30 persen. 

Bandingkan dengan Jakarta yang harga per meter perseginya masih berkisar Rp 46 juta hingga Rp 50 juta.

Secara keseluruhan, Jerman memang tengah populer bagi para pengusaha rintisan untuk tumbuh di dunia.

Tercatat lebih dari 174.000 orang pindah ke kota tersebut pada 2014, lebih dari setengahnya berasal dari luar negeri.

Perekonomian Berlin sekarang menunjukkan kinerja yang cukup baik di negara ini, didorong oleh pariwisata dan pelayanannya.

Betulkah Kemang lebih mahal ketimbang Beverly Hills?

Tak hanya menganggap Jakarta lebih mahal ketimbang Berlin, Sophia juga menilai properti Kemang lebih tinggi harganya ketimbang Beverly Hills, Los Angeles.

Berdasarkan pengalamannya, Sophia merasa umumnya properti berharga tinggi yang dibeli tak sesuai dengan kualitas yang didapatkan.

Betulkah?

Mari kita cek indeks PIRI 2017. Tertulis pertumbuhan harga properti di Los Angeles 5,30 persen. Pertumbuhan harga ini menempatkan ibu kota Negara Bagian California tersebut berada di posisi ke-17 dunia.

Lagi, bandingkan dengan Jakarta yang menempati level ke-54 dunia.

Lantas, dengan fulus sama yakni 1 juta dollar AS, berapa luas ruang yang bisa kita dapatkan di Los Angeles? Menurut PIRI, hanya 61 meter persegi. Itu artinya sama dengan Rp 219 juta per meter persegi.

Adapun di Jakarta, dengan Rp 13,3 miliar, Sophia bisa mendapatkan apartemen atau ruang seluas 260 meter persegi. 

https://properti.kompas.com/read/2017/07/13/222923321/kata-sophia-latjuba-harga-rumah-di-indonesia-terlalu-mahal-benarkah-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar