Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan, menyampaikan penghargaannya dengan mengatakan Bandung sebagai potret dari sebuah konsistensi.
"Bandung itu dikembangkan dengan visi yang kuat oleh wali kotanya (Ridwan Kamil). Dan dia dengan konsisten mengimplementasikannya," ujar Ferry kepada Kompas.com, Rabu (18/11/2015).
Ferry juga menekankan, Bandung bisa berprestasi karena tak lepas dari kesadaran Ridwan Kamil yang mampu mengakomodasi kreativitas warganya.
"Ketika potensi masyarakat bertemu dengan wali kota yang paham bagaimana mengelola kreativitas warganya, itu akan match. Maka kotanya ikut berkembang," tambah Ferry.
Hal senada dikatakan pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Jakarta, Yayat Supriatna. Menurut Yayat, Bandung pantas menjadi finalis, mengungguli Jakarta dan kota-kota lainnya di dunia.
"Dan Bandung pantas juara," sebut Yayat.
Pertama, kota Bandung dibangun dengan melibatkan partisipasi aktif warganya. Visi Bandung menjadi kota yang kreatif dan inovatif lebih punya makna dan sesuai dengan keinginan warganya.
Kedua, Bandung memiliki "aktor" Ridwan Kamil yang juga cerdas sebagai pemimpin. Aktor ini, kata Yayat mampu menerjemahkan rancangan dan struktur kota menjadi kultur baru yang disadari warganya bisa membawa Bandung ke arah yang lebih baik.
"Ada semangat inovasi dan kreativitas yang ditularkan sang aktor kepada warganya," cetus Yayat.
Dia mencontohkan, semangat inovasi dan kreativitas itu menjalar hingga semua lapisan masyarakat. Mulai dari kalangan elite, hingga komunitas-komunitas perkotaan.
"Faktor ketiga adalah esensi sebuah kota yang memanusiakan warganya. Smart city dan smart people harus berjalan seiring, dan Bandung menuju ke arah itu," tandas Yayat.