Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Genjot Pendapatan Non-trafik, ATI-BPJT Bahas Komersialisasi ROW Tol

Kompas.com, 11 September 2020, 13:32 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit menargetkan penyelesaian investasi, konstruksi dan operasi sepanjang 2.500 kilometer tahun 2025 dan migrasi dari transaksi tunai menjadi transaksi non-tunai pada 2023.

Untuk merealisasikan pembangunan tol hingga tuntas tersebut dibutuhkan investasi yang tidak sedikit.

Hingga 2024 saja, memerlukan investasi total sebesar Rp 375 triliun dan pengadaan dana talangan tanah sekurang-kurangnya Rp 100 triliun.

Sementara, pendapatan non-tol atau non-traffic masih berkisar antara 5 persen sampai 9 persen.

Baca juga: Soal Kontroversi Kenaikan Tarif Tol, Luhut Bilang Emang Gue Pikirin

Untuk itu, diperlukan peningkatan hingga 15 persen melalui berbagai insentif dari Peraturan Menteri PUPR.

"Salah satunya adalah menyepakati kembali definisi pemanfaatan komersial atas ROW Jalan Tol pada perjanjian konsesi," ujar Danang dalam Rapat Koordinasi (Rakor) antara BPJT dan Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (11/9/2020).

Rakor BPJT dan ATI ini digelar selama dua hari, sejak 10 September 2020 dan berakhir hari ini, Jumat, 11 September 2020.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur akan tetap menjadi prioritas pada tahun-tahun berikutnya di samping penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Sepanjang periode tahun 2015 sampai dengan April 2019, Pemerintah Bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.298 kilometer.

Dari total jalan tol yang sudah beroperasi sejak tahun 1978 hingga Juli 2020 yaitu telah terbangun sepanjang 2.302 kilometer.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp 27 Triliun untuk Pembebasan Tanah Tol

“Saya berharap Rakor BPJT dengan ATI ini akan menghasilkan keputusan-keputusan yang tepat sebagai landasan kerja bagi pelaksanaan program kerja ATI ke depannya," kata Basuki.

Ketua Umum ATI Subakti Syukur menambahkan, rakor ini akan diselenggarakan secara rutin guna membahas isu-isu strategis untuk mencari usulan-usulan terbaik yang nantinya akan disampaikan kepada pemangku kepentingan.

"Untuk menghadapi isu dan tantangan saat ini, ATI telah membuat program jangka pendek dan jangka panjang," ucap Subakti.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau