Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Menciptakan Rumah yang Tenang dan Nyaman

Kompas.com, 25 Mei 2020, 20:30 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Rumah harus menjadi zona perlindungan, tempat yang hangat, dan mengundang penghuni untuk bersantai di pengujung hari.

Tetapi, banyak orang yang merasa hunian mereka tidak senyaman itu. Barang-barang menumpuk, pencahayaan tampak dingin, dan warna cat tidak seperti yang diharapkan.

Padahal, ketika berada di dalam, ada kalanya kita menginginkan ketenangan. Namun jangan khawatir, karena ketenangan dan kenyamanan bisa Anda ciptakan sendiri.

Rumah tidak semestinya hanya menjadi tempat yang dapat menjaga dan mendukung kegiatan Anda, tetapi juga sebagai ruang untuk menemukan kedamaian dan ketenangan.

Bagaimana caranya? Berikut rekomendasi tips yang bisa Anda terapkan untuk menciptakan ruangan atau hunian untuk ketenangan pribadi:

Pencahayaan

Pencahayaan sangat penting karena bukan hanya mengatur ritme keseluruhan ruang, tetapi langsung dapat memengaruhi suasana hati.

Cahaya yang terlalu terang atau kurang tepat bisa menimbulkan perasaan kekacauan atau kegelisahan sehingga mungkin berpotensi munculnya sakit kepala ringan.

Untuk itu, Anda perlu mengatur sumber cahaya di dalam ruangan sehingga bisa memberikan rasa tenang.

Tahan dorongan untuk membanjiri ruangan dengan cahaya. Desainer biasanya memasang berbagai jenis pencahayaan.

Pada tiga tingkat utama yakni lampu langit-langit, lampu meja, dan lampu lantai untuk menyorot berbagai bagian ruangan.

Baca juga: Canggih, Rumah Ini Bisa Bergerak Mengikuti Arah Cahaya Matahari

"Lapisan cahaya sangat penting, sehingga ada titik fokus yang berbeda," kata desainer interior Grant K. Gibson seperti dikutip dari laman The New York Times.

Dia juga menyarankan agar memasang dimmer. Memiliki lampu utama di sebuah ruangan dengan dimmer bisa sangat membantu ketika mencoba untuk mencapai suasana hati yang Anda inginkan.

Selain lampu, jangan lupakan fungsi sinar matahari. Akan tetapi, penempatan masuknya sinar matahari juga perlu dipikirkan.

Sinar matahari yang langsung mengalir masuk ke dalam ruangan bisa sangat menyilaukan. Selain itu, cahaya alami juga bisa membuat lukisan atau karya seni cepat memudar.

Dan, jika jendela menghadap ke apartemen atau rumah tetangga, hal tersebut dapat membuat ruangan Anda terasa tidak nyaman.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau