Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertumbuhan Sektor Konstruksi Indonesia Diprediksi Positif 2,1 Persen

Kompas.com, 22 Mei 2020, 19:52 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Fitch Solutions Country Risk & Industry Research memprediksi pertumbuhan sektor konstruksi Indonesia pada 2020 masih memperlihatkan angka positif,  2,1 persen.

Sebelumnya, lembaga ini memprediksi pertumbuhan sektor konstruksi Tanah Air pada tahun ini sebesar 4,9 persen.

Melesetnya perkiraan ini karena imbas dari adanya penundaan dan keterlambatan proyek. Selain itu, aktivitas konstruksi juga diproyeksikan berkurang hingga akhir tahun 2020.

Baca juga: New Normal di Sektor Konstruksi Bisa Terapkan Inmen PUPR 02/2020

Kendati demikian, pada Tahun 2021 mendatang, Fitch memperkirakan akan ada lonjakan pertumbuhan mengingat beberapa proyek yang ditunda pada tahun ini berjalan kembali.

"Namun kami mengharapkan pertumbuhan pada 2021, dengan asumi bahwa Covid-19 sudah mereda," tulis Fitch dalam laporan kepada Kompas.com, Jumat (22/5/2020).

Dalam menangani pandemi ini, Pemerintah Indonesia menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mencakup penutupan bisnis, pengurangan jam operasional angkutan umum, dan lainya.

Hal ini membuat beberapa proyek infrastruktur ditunda pekerjaannya. Pada akhir April 2020, Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengumumkan bahwa sejumlah proyek akan ditunda hingga 2021.

Di antaranya Jaringan Irigasi Baro Raya di Aceh, pembangunan Jembatan Sp Tohpati-Tjokroaminoto, dan konstruksi Bendungan Way Sekampung.

Selain itu PT MRT Jakarta juga menunda pekerjaan konstruksi yang terkait dengan Fase 2 Sistem Mass Rapid Transit Jakarta (dari Bundaran HI ke Stasiun Monas) selama tiga bulan.

Meski demikian, sejumlah pekerjaan konstruksi masih diperbolehkan beroperasi. Kontraktor pelaksana proyek tersebut harus menerapkan protokol khusus dalam bekerja guna mengurangi dampak Covid-19.

Fitch menambahkan, keterlambatan konstruksi lebih banyak dirasakan oleh proyek-proyek yang berada di Pulau Jawa.

Sedangkan proyek konstruksi yang ada di luar Pulau Jawa, kecil kemungkinan mengalami keterlambatan, mengingat sebagian besar kasus dilaporkan terjadi di Pulau Jawa.

Sementara proyek-proyek infrastruktur di Sumatera Utara dan Sulawesi Utara dilaporkan berjalan sesuai jadwal.

"Tetapi kami mencatat, progres proyek menghadapi risiko keterlambatan, terutama dari aspek pendanaan jika situasi Covid-19 tidak membaik," sebut Fitch.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau