Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Segera Bangun RS Corona Berkapasitas 1.000 Pasien

Kompas.com, 5 Maret 2020, 20:02 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Pemerintah segera merealisasikan pembangunan rumah sakit terintegrasi khusus virus Corona di Galang, Batam, Kepulauan Riau.

Hal tersebut diungkapkan Basuki saat meninjau lokasi eks Camp Vietnam bersama rombongan Panglima TNI di Galang, Batam, Rabu (4/3/2020).

“Kami sudah cek dan lihat berbagai fasilitas yang ada sudah cukup memadai. Fasilitas listrik, air, dan bekas gedung rumah sakit juga sudah ada. Nanti tinggal kami perbaiki dan lakukan renovasi,” ucap Basuki.

Basuki melanjutkan, setelah melakukan peninjauan, pembangunan akan segera dimulai. Hal tersebut sejalan dengan kondisi fasilitas yang telah dimiliki.

Baca juga: Huang Xiqiu, Arsitek Indonesia Perancang Rumah Sakit Corona China

“Kami rehab ini, mudah-mudahan tidak lama. Sebab, sebagian infrastruktur sudah ada,” terang Basuki.

Basuki menjamin, pembangunan rumah sakit terintegrasi virus Corona tak mengabaikan warga sekitar, seperti suplai kebutuhan warga dari eks Camp Vietnam tersebut.

Untuk rencana pembangunan, Kementerian PUPR sudah berkoordinasi dan berbincang dengan pengelola eks Camp Vietnam.

Sementara itu, setelah melakukan peninjauan langsung lokasi eks Camp Vietnam tersebut, Basuki akan membahas rencana pematangan seluruh rangkaian pembangunan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menambahkan, kapasitas rumah sakit sebanyak 1.000 orang pasien. 

“Untuk kapasitas rumah sakit yang akan kita bangun nantinya mampu menampung 1.000 pasien dengan ratusan jumlah kamar,” ujar Hadi.

Sebanyak dua persen dari total jumlah kamar atau 50 kamar didedikasikan khusus untuk ruang isolasi yang disesuaikan dengan protokol Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Dipilihnya Pulau Galang sebagai lokasi rumah sakit terintegrasi virus Corona bukan tanpa alasa.

Menurut Hadi, lokasi Pulau Galang sangat strategis, dekat dengan Bandara Hang Nadim. Bisa ditempuh dengan waktu lebih kurang 1 jam.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Rumah Sakit Khusus Corona di Pulau Galang, Kepri

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyatakan kesiapannya dan mendukung pembangunan rumah sakit khusus pasien Corona.

"Rumah Sakit khusus Corona dibutuhkan karena untuk meminimalisasi penularan dari pasien suspect Covid-19 (Corona)," ucap Amsakar di Bandara Hang Nadim Batam, Rabu (4/3/2020).

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau