Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Cara Efektif Mengusir Ular dari Rumah

Kompas.com, 20 Desember 2019, 09:45 WIB
Hilda B Alexander

Editor

Sumber

KOMPAS.com - Beberapa waktu belakangan, warga yang tinggal di berbagai daerah di Indonesia resah dengan kemunculan ular berbisa.

Wilayah-wilayah seperti Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Depok, Bekasi, Bogor, sampai Klaten diteror ular kobra yang mengancam keselamatan warga.

Bisa ular kobra dapat berakibat fatal dan merenggut nyawa manusia yang tergigit karena racun-racunnya dapat merusak sistem pernapasan, saraf, peredaran darah, dan kerja jantung manusia dengan cepat.

Dalam situasi terburuk saat Anda menemukan ular berbisa seperti kobra bersarang di rumah, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah tidak panik dan langsung menghubungi Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan di daerah Anda untuk bantuan yang lebih profesional dan efektif.

Selama menunggu, jangan bergerak secara tiba-tiba supaya ular tidak reflek menyerang Anda. Sebisa mungkin pergi ke ruangan lain yang tidak terdapat ular, sambil membuka akses untuk ular bisa pergi dengan sendirinya dari rumah Anda.

Anda bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini untuk mengusir ular dari rumah Anda bila sudah telanjur masuk, mencegah ular untuk masuk, bertelur, dan bersarang di rumah demi keselamatan Anda dan keluarga.

1. Tutup Celah dan Lubang Kecil yang Rawan

Untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah, periksa dengan saksama celah-celah yang rawan dimasuki ular.

Mulai dari keretakan-keretakan tipis, lubang-lubang kecil di plafon atau tembok, sampai ventilasi dan saluran air berpotensi untuk menjadi jalan masuk ular ke dalam rumah.

Anda bisa menambal keretakan dan lubang-lubang di tembok dan plafon. Kemudian, memasang kawat kasa untuk lubang ventilasi atau saluran air yang celahnya kecil supaya tidak bisa ditembus ular.

Tutup rapat juga pintu dan jendela, terutama saat musim hujan yang menjadi waktu berkembang biak ular.

2. Jaga Kebersihan Bagian Luar dan Dalam Rumah

Ular merasa “diundang” untuk masuk ke rumah apabila rumah dalam kondisi yang kotor, berbau tidak sedap, dan lembap.

Ketiga kondisi ini menjadi suasana yang tepat untuk ular membangun sarang, bertelur, dan berkembang biak.

Pastikan Anda rutin membuang sampah yang ada di dalam rumah, menyapu dan mengepel lantai, membersihkan saluran air, dan menjaga kebersihan di dalam rumah.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau