Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dengan Biogas, Selangkah Lagi Danau Toba Jadi "Bali Baru"

Kompas.com - 05/11/2019, 12:22 WIB
Kontributor Medan, Mei Leandha,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

MEDAN, KOMPAS.com - Masyarakat Huta Sitio-tio Desa Silimalombu, Kecamatan Onanrungu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, mendapat bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Perusahaan Gas Negara (PGN).

Bantuan tersebut berupa perlengkapan alat biogas dan buku cerita. Bantuan ini juga sebagai dukungan PT PGN kepada ikon Sumatera Utara yang dikenal dunia sebagai kawasan Geopark.

Sales Area Head PGN Medan Saeful Hadi mengatakan, kegiatan seperti ini bukan yang pertama kali mereka lakukan. Dua tahun lalu, mereka membantu mendirikan kamar mandi umum di kawasan Danau Toba.

Harapannya, semua orang bisa merasakan manfaat kehadiran PGN sebagai perusahaan penyalur energi dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar terkait pertanian.

Baca juga: Gas Alam, Alternatif Energi Ramah Lingkungan bagi Industri

"Biogas sama dengan gas bumi, ramah lingkungan dan hemat. Ini diperlukan oleh masyarakat sekitar untuk meningkatkan kembali ekosistemnya. Kami latih masyarakat cara memasang dan memakai biogas selama tiga hari mulai 2 November kemarin," kata Saeful lewat pesan singkatnya kepada Kompas.com, Selasa (5/11/2019).

Staf Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Badan Litbang Kementerian Pertanian Lerman Sius Haloho mengatakan, penggunaan biogas sangat cocok untuk masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba karena ramah lingkungan.

Dengan ramah lingkungan, akan mempermudah program pemerintah untuk menjadikan Danau Toba sebagai Bali Baru.

Sebagai informasi, Danau Toba telah ditetapkan sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Super Prioritas di antara 10 KSPN lain atau dikenal dengan Bali Baru.

"Kalau di Danau Toba sudah banyak enceng gondoknya, itu berarti lingkungannya sudah tidak baik, sudah tercemar. Makanya harus menggunakan organik untuk mengembalikan kelestarian danau," ungkap Lerman.

Menurut Lerman, penggunaan pupuk organik sangat penting di Danau Toba kalau ingin menjadikannya sebagai kawasan wisata dunia.

Pasalnya, masyarakat luar negeri sudah sadar dan peduli lingkungan. Bantuan PGN dinilainya sesuai dengan tujuan pemerintah dan kebutuhan masyarakat. 

"Biogas juga sangat baik untuk pertanian, selain hemat dan ramah lingkungan," katanya mengulang.

Kepala Desa Silimalombu Sahel Gultom mengucapkan terima kasih dan meminta masyarakatnya memanfaatkan sebaik mungkin.

"Kami berharap bisa menjadi contoh yang menginspirasi desa lain," kata Sahel.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Disiapkan buat Jalur Mudik Lebaran, Ini Progres Tol Palembang-Betung

Disiapkan buat Jalur Mudik Lebaran, Ini Progres Tol Palembang-Betung

Berita
Penjelasan Nusron soal Kontroversi Pembatalan Sertifikat Milik Aguan di Laut Tangerang

Penjelasan Nusron soal Kontroversi Pembatalan Sertifikat Milik Aguan di Laut Tangerang

Berita
Sertifikat Elektronik Dianggap Tak Aman, Nusron: Sistem Keamanannya Berlapis

Sertifikat Elektronik Dianggap Tak Aman, Nusron: Sistem Keamanannya Berlapis

Berita
Terkendala Cuaca dan Material, Bendungan Meninting Kelar Maret 2025

Terkendala Cuaca dan Material, Bendungan Meninting Kelar Maret 2025

Berita
Mal Terbesar di Timur Bekasi, Living World Grand Wisata Resmi Dibuka

Mal Terbesar di Timur Bekasi, Living World Grand Wisata Resmi Dibuka

Ritel
Tanah Eks BLBI Karawaci Mau Dimanfaatkan untuk Program 3 Juta Rumah

Tanah Eks BLBI Karawaci Mau Dimanfaatkan untuk Program 3 Juta Rumah

Berita
Nusron Bantah Sertifikat Milik Aguan Batal Dicabut, Ini Penjelasannya

Nusron Bantah Sertifikat Milik Aguan Batal Dicabut, Ini Penjelasannya

Berita
Revitalisasi Stadion Maguwoharjo Diklaim Sesuai Standar PSSI dan FIFA

Revitalisasi Stadion Maguwoharjo Diklaim Sesuai Standar PSSI dan FIFA

Fasilitas
Menurut Fengsui, Ini Cara yang Tepat Menempatkan Jam Dinding di Rumah

Menurut Fengsui, Ini Cara yang Tepat Menempatkan Jam Dinding di Rumah

Tips
Klarifikasi Nusron Wahid: Tidak Benar Sertifikat Milik Aguan Batal Dicabut

Klarifikasi Nusron Wahid: Tidak Benar Sertifikat Milik Aguan Batal Dicabut

Berita
Pilihan Rumah Subsidi di Pekalongan: Mulai Rp 130 Juta

Pilihan Rumah Subsidi di Pekalongan: Mulai Rp 130 Juta

Perumahan
Cocok untuk Milenial dan Gen Z, Springhill Yume Green Tawarkan Hunian Modern dan Terjangkau

Cocok untuk Milenial dan Gen Z, Springhill Yume Green Tawarkan Hunian Modern dan Terjangkau

Hunian
Rumah Impian di Kabupaten Brebes, Harga Tak Sampai Rp 200 Juta

Rumah Impian di Kabupaten Brebes, Harga Tak Sampai Rp 200 Juta

Perumahan
Hingga Februari 2025, Konstruksi Tol Probolinggo-Besuki 75,53 Persen

Hingga Februari 2025, Konstruksi Tol Probolinggo-Besuki 75,53 Persen

Berita
Pengembang Pusing, Isu Pemberian Rumah Gratis Bikin Akad KPR Tertunda

Pengembang Pusing, Isu Pemberian Rumah Gratis Bikin Akad KPR Tertunda

Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau