Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Angkasa Pura Tegaskan Proyek Bandara Jenderal Soedirman Tidak Mandek

Kompas.com, 18 September 2018, 17:30 WIB
Iqbal Fahmi,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

PURBALINGGA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II menegaskan, pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) di Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, Jawa Tengah tidak mendek.

Pembangunan fisik terkesan berjalan lambat karena terganjal sejumlah kendala teknis.

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengatakan hal tersebut pada Rapat di Gedung 600 Ruang Wikaya Kusuma PT Angkasa Pura II, Tangerang, Selasa (18/9/2018).

Dalam perkembangannya, AP II telah melaksanakan berbagai survei sondir tanah, topografi, termasuk bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam survei permintaan jasa angkutan udara masyarakat.

Baca juga: Meninjau Rencana Reaktivasi Bandara Ngloram

Dari hasil survei tersebut, AP II menemukan sejumlah kendala teknis yang harus disusun ulang bersama dengan pihak TNI AU.

“Kami harus ada kesepakatan dengan TNI AU terkait batas-batas Daerah Lingkungan Kerja (DLKr). Nantinya kesepakatan itu akan menjadi acuan aset yang akan di gunakan AP II untuk membangun bandara,” terang Awaluddin.

Koordinasi ini penting, mengingat Bandara JBS merupakan calon bandara berjenis civil enclave atau pangkalan udara militer (TNI AU) yang juga digunakan untuk kepentingan sipil.

Ketika DLKr sudah disepakati, Kementerian Perhubungan baru dapat melangkah untuk menyusun Rencana Induk Bandara.

Sementara itu Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, pertemuan dengan jajaran AP II ini bertujuan untuk mematangkan konsep rencana induk.

Pasalnya, tahun ini bakal dilakuka ralisasi fisik Bandara JBS oleh AP II dengan pagu anggaran sebesar Rp 300 miliar.

“Pematangan renana induk dan masterplan untuk mengakomdir jika kedepan ada pengembangan dari runway 1.600 meter ke 2.500 meter. Jadi pembangunan fisik bandara JBS tetap tahun ini,” tutur Dyah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau