Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

16 Rangkaian Kereta MRT Diuji Coba hingga Awal 2019

Kompas.com, 28 Agustus 2018, 18:00 WIB
Erwin Hutapea,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta akan melakukan uji coba rangkaian kereta MRT secara bertahap sampai akhir Januari 2019.

Terdapat enam rangkaian kereta di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, yang didatangkan dari Jepang pada April lalu. Rangkaian kereta pertama sudah diuji coba selama lima minggu.

Baru-baru ini didatangkan lagi empat rangkaian. Berikutnya, 10 rangkaian akan datang kembali secara bertahap hingga November 2018. Secara total, ada 16 rangkaian kereta yang akan diuji coba.

Ke-16 rangkaian itulah yang akan beroperasi di jalur MRT fase pertama Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Baca juga: Progres MRT Jakarta Masuki Tahap Pengecekan Fungsi Sistem

“Setelah kereta pertama selesai diuji coba selama lima minggu, datanglah kereta-kereta berikutnya. Kereta kedua sampai ke-16 sudah mulai berdatangan secara bertahap sampai November nanti,” ucap Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar saat memberi keterangan di kantornya, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Uji coba rangkaian kereta ini merupakan bagian dari testing and commisioning test atau pengecekan dan pemeriksaan sistem. Proses ini berjalan dari 9 Agustus 2018 sampai akhir Januari 2019.

Menurut rencana, setelah Agustus ini, tahap berikutnya yaitu tes uji pergerakan kereta (dynamic test) di jalur utama pada 10 September 2018.

Kemudian, pada 12 November 2018 dilakukan uji coba operasi sistem perkeretaapaian secara terintegrasi.

Setelah itu, pada 8 Desember 2018, dilaksanakan uji coba kereta kedua sampai kereta ke-16 di jalur utama.

“Tanggal-tanggal ini tentatif. Kami mengetes rolling stock ini yang dibawa dari Jepang, dites dalam trackwork system, mulai dari signaling, berfungsinya sistem di dalam kereta dengan sistem yang ada di operation command control,” ujar William.

Namun, untuk uji coba rangkaian kereta kedua sampai ke-16 tidak berlangsung selama lima minggu, masing-masing hanya sekitar dua minggu.

Dalam deretan uji coba itu akan dilakukan uji coba operasi pada pertengahan Desember 2018 secara paralel. Saat itulah diharapkan semua sistem dapat berfungsi dengan baik.

Sebab, PT MRT Jakarta baru akan melakukan uji coba operasi setelah yakin seluruh sistem yang akan digunakan telah berfungsi dengan baik.

Pengecekan dilakukan setiap hari, dilaksanakan oleh kontraktor, disupervisi oleh konsultan, bersama dengan PT MRT Jakarta dan Kementerian Perhubungan yang akan memberikan sertifikasi terhadap keseluruhan sistem.

"Pagi kami melakukan testing and commisioning test, malamnya kami melakukan uji coba operasi atau trial run,” jelas William.

Maksud dari testing and commissioning test itu adalah pemeriksaan sistem MRT yang dilakukan dengan mengecek dan menguji berfungsinya sistem dari berbagai instrumen yang dipasang, antara lain rel kereta, persinyalan, dan kelistrikan.

“Kami cek bagaimana sistem ini berfungsi, rel kereta sudah dipasang 36.000 meter, sistem persinyalan, dan listriknya juga sudah dipasang, tapi harus dicek fungsinya seperti apa,” ucapnya.

Rentetan pemeriksaan sistem ini sudah berjalan dari tanggal 9 Agustus 2018 dan direncanakan berakhir pada 8 Desember 2018.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau