Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alat Makan Bistro Ini Berasal dari Limbah

Kompas.com, 21 Mei 2018, 23:30 WIB
Arimbi Ramadhiani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mungkin Anda dapat dengan mudah mengabaikan jumlah limbah yang dihasilkan oleh sebuah restoran.

Namun, di balik pintu dapur, rata-rata perusahaan makanan memproduksi lebih dari satu ton sampah setiap minggu.

"Laut kita dipenuhi sampah plastik. Di AS sendiri, lebih dari 58 miliar gelas sekali pakai dibuang dan dikirim ke tempat pembuangan sampah setiap tahun," kata Direktur Eksekutif Institut Budaya Finlandia, Kaarina Gould.

Ia pun berpikir bagaimana jika semua cangkir tersebut dapat digunakan kembali, dapat dikomposkan atau didaur ulang.

Sebuah perusahaan di Finlandia, Kotkamills, menghasilkan gelas-gelas yang diambil dari karton-karton yang dipalsukan.designboom Sebuah perusahaan di Finlandia, Kotkamills, menghasilkan gelas-gelas yang diambil dari karton-karton yang dipalsukan.
Kemudian, akan lebih baik jika kemasan sehari-hari terbuat dari bahan-bahan bebas plastik untuk mengurangi polusi plastik dan mikro beracun di tanah dan pasokan air kita.

"Saatnya untuk memikirkan kembali cara kita hidup, cara kita makan dan bahan yang kita gunakan," kata Gould.

Dengan kesadaran tersebut, Institut Budaya Finlandia di New York, Amerika Serikat berkolaborasi dengan tim koki dan desainer.

Mereka menciptakan sebuah bistro bebas limbah 100 persen pertama di dunia. Laboratorium makanan ini disajikan di Manhattan selama NYCxDESIGN untuk merenungkan tema limbah dan keberlanjutan.

Desainer Linda Bergroth menciptakan ruang dramatis dalam tempat yang diinginkan, bekerja sama dengan toko desain Finlandia.

Dibuat menggunakan bahan daur ulang, bistro dengan nirlimbah ini memperkenalkan peralatan makan dan perabot dari Iittala dan Artek.

Bistro bebas limbah 100 persendesignboom Bistro bebas limbah 100 persen
Kolase media daur ulang dicampur untuk membentuk bistro serba biru. Hal ini membuktikan gagasan sampah yang dihasilkan satu orang dapat menjadi sesuatu yang berharga bagi orang lain.

"Saya telah membuat ruang makan sebagai ruang di dalam ruang, menggunakan semua bahan yang berkelanjutan," kata Bergroth.

Ia melanjutkan, desainnya dibuat seperti instalasi yang berfungsi baik sebagai ruang restoran dan platform untuk pembicaraan dan pertemuan.

Adapun tim kuliner terdiri dari koki Luka Balac, Carlos Henriques dan Albert War Sunyer, yang bekerja di Michelin Star Establishments di Helsinki.

Dipasangkan dengan pengaturan interior cerah, mereka menyusun menu yang berdasarkan filosofi finlandia dan menggunakan pilihan bahan-bahan yang sehat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau