Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com — Kendati tahun 2017 lalu, Jakarta hanya mampu menyelesaikan satu pusat belanja (mal) anyar, Soho Pancoran, tetapi tingkat kekosongan terus bertambah.
Kuartal I-2018, ruang-ruang kosong mencapai 12,7 persen dari total luas pusat belanja Jakarta 3,1 juta meter persegi.
Baca juga: Tak Cuma Wifi, Pusat Belanja Terkini Mesti Instagrammable
Tingkat kekosongan ini lebih luas 1,7 persen jika dibandingkan catatan periode yang sama tahun lalu 11,0 persen. Bahkan, ketimbang kuartal IV-2017, masih lebih luas 0,6 persen yakni 12,1 persen.
Menurut Head of Research Savills Indonesia Anton Sitorus fenomena ini terjadi karena penyerapan negatif. Selain itu, juga banyak pusat belanja yang mengalami renovasi dan perbaikan.
"Renovasi besar-besaran terjadi di pusat belanja yang ditinggalkan department store. Ruang kosong ini akan ditempati penyewa F&B dan busana siap pakai," ujar Anton.
Suasana Matahari Department Store di Pasaraya Manggarai, Jakarta, Selasa (19/9/2017). PT Matahari Department Store Tbk menutup dua gerai yang berlokasi di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai pada akhir bulan September 2017 akibat pusat perbelanjaan tersebut sepi pengunjung. Tingkat kekosongan di pusat belanja kelas menengah atas tercatat seluas 19,7 persen karena pasokan meluber. Adapun tingkat kekosongan pusat belanja kelas atas seluas 7,0 persen.
Permintaan dan penawaran terbatas
Seiring perekonomian yang belum pulih, telah secara signifikan membuat permintaan ruang pusat belanja terbatas, baik mal kelas menengah bawah, menengah atas, dan kelas atas.
Hal ini berdampak pada penurunan harga sewa 0,7 persen menjadi sekitar Rp 354.000 dari sebelumnya Rp 356.000 pada kuartal IV-2017.
Savills memprediksi hingga 2021, terdapat sekitar 450.000 meter persegi ruang baru yang akan meramaikan pasar. Rinciannya, mal menengah 56 persen dan menengah atas 44 persen.
Mereka terdistribusi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.
"Sebagian besar pusat perbelanjaan tersebut merupakan bagian dari pengembangan mixed-use," tambah Anton seraya menambahkan tarif sewa akan naik sekitar 2-3 persen.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.