JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah tiang Jalan Layang Non Tol (JLNT) di Kasablanka dilukis dengan mural pada awal Desember lalu, kini giliran tiang JLNT di Antasari yang dilukis dengan mural.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sebagai ibu kota negara, Jakarta membutuhkan banyak ruang ekspresi karya seni dan budaya. Salah satu yang bisa disulap yaitu tiang JLNT.
“Alhamdulillah rencana yang sudah dirancang panjang sejak awal kami bertugas di Jakarta, salah satu rencana adalah menjadikan tiang-tiang beton yang selama ini semata-mata sebagai tiang beton, diubah menjadi kanvas untuk untuk seni lukis bagi siswa SMA,” kata Anies di JLNT Antasari, Sabtu (10/3/2018).
Siswa-siswi sekolah dipilih sejalan dengan keinginan Pemprov DKI agar nantinya setiap tahun mural yang telah dilukis dapat diganti dengan karya baru. Hal itu seiring dengan pergantian siswa-siswi setiap tahunnya.
“Insya Allah ini akan menjadi ruang ekspresi yang dinamis. 2018, 2019, 2020, 2021 selalu bias secara bergantian dilukis anak-anak kita. Dan jadikan ini sebagai kompetisi yang positif,” kata dia.
Tak hanya memberikan ruang bagi masyarakat dalam berkreasi, kegiatan ini juga dapat mempercantik lanskap perkotaan.
“Inti dari program ini adalah warna, komunitas, dan kreatifitas,” kata Jun.
Adapun Business Segment Manager Decorative Project PT Jotun Indonesia Victor Taslim berharap, agar kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin guna mengasah kreatifitas anak muda dan masyarkaat.
“Seperti dikatakan Pak Anies, ini akan dilaksanakan tahunan supaya dinamis jalan di kota Jakarta ini,” kata Victor.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.