JAKARTA, KOMPAS.com - "Bekisting Pierhead" Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) ambruk, Selasa (20/2/2018) dini hari. Akibat insiden ini, tujuh orang menjadi korban.
Proyek Tol Becakayu yang dirancang sepanjang 21,04 kilometer itu diketahui digarap oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Baca juga : Tiang Tol Becakayu Ambruk, Diketahui Digarap Waskita Karya
"Kami masih koordinasi dengan tim di lapangan dan nanti akan kami infokan," kata Kepala Bagian Humas dan CSR PT Waskita Karya, Poppy Sukmawati dalam pesan singkat kepada Kompas.com, Selasa pagi.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sendiri telah menerjungkan Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) guna menyelidiki penyebab peristiwa tersebut.
Baca juga : Tim KKK Diterjunkan Selidiki Penyebab Ambruknya Tiang Tol Becakayu
"Sudah dari lapagan, ada lima orang tim sudah mengecek ke lapangan," kata Direktur Jenderal Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin.
Informasi ambruknya "bekisting pierhead" Tol Becakayu pertama kali didapatkan dari akun Twitter @TMCPoldaMetro. Saat ini, aparat kepolisian telah menangani kasus tersebut.
Sementara ketujuh korban telah dievakuasi. Enam diantaranya dilarikan ke RS UKI Cawang, satu lainnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.