Jumat, Tol Padang-Pekanbaru Dimulai Konstruksinya - Kompas.com

Jumat, Tol Padang-Pekanbaru Dimulai Konstruksinya

Kompas.com - 06/02/2018, 12:40 WIB
Menteri PUPR Basuk Hadimulyono usai mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan lapangan tenis indoor dan outdoor di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).KOMPAS.com/Ihsanuddin Menteri PUPR Basuk Hadimulyono usai mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan lapangan tenis indoor dan outdoor di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pekerjaan konstruksi Jalan Tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru Tahap I segera dimulai.

Proyek tol yang dirancang sepanjang 245,8 kilometer itu merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) sekaligus bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera.

Untuk groundbreaking tahap I rencanananya akan dilangsungkan Jumat (9/2/2018) pekan ini. Tahap I proyek tersebut terbentang dari Padang hingga Sicincin sepanjang 28 kilometer.

"Saya sudah musyawarah dengan tokoh masyarakat, wali nagari, bersama Gubernur dan Wagub Sumbar, dan Bupati Padang Pariaman dan sudah disepakati, lengkap dengan berita acaranya untuk ketersediaan lahan. Sebelumnya trase sudah disiapkan, tapi warganya belum siap, sehingga kita buat trase baru," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Auditorium Kementerian PUPR, Senin (5/2/2018).

Presiden Joko Widodo, menurut dia, berharap proyek ini dapat segera terealisasi. Dalam sejumlah kesempatan saat melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah tersebut, Presiden sering kali harus melalui jalan yang padat. Terlebih, bila kunjungan kerja dilaksanakan pada saat hari libur.

"Sekarang PT Hutama Karya (Persero) sedang land clearing di sana, kami targetkan bisa dimulai Februari 2018," kata Basuki.

Dibutuhkan anggaran sekitar Rp 78,09 triliun untuk menyelesaikan seluruh proyek. Untuk pembebasan lahan, Basuki menambahkan, akan menggunakan dana talangan dari PT Hutama Karya (Persero) selaku badan usaha jalan tol yang ditugaskan pemerintah untuk menggarap ruas Tol Trans-Sumatera.

Proses pembangunan ini ditargetkan dalam kurun waktu lima tahun ke depan, sehingga masyarakat bisa segera memanfaatkannya.

Adapun untuk Tahap II menghubungkan Bangkinang-Pekanbaru sepanjang 38 kilometer, dan tahap III menghubungkan Sicincin-Bangkinan sepanjang 189 kilometer.

Dana talangan BUJT ini bertujuan untuk mempercepat proses pembebasan lahan sehingga dapat segera dimulai konstruksi.

"Jika menunggu APBN harus menunggu prosedur pengganggaran yang tentunya memakan waktu," ucap Basuki.

Biaya pembangunan yang cukup mahal sebagian akan didanai melalui pinjaman. Pemerintah Jepang menyatakan komitmennya untuk membiayai sebagian konstruksi yakni sepanjang 40 kilometer, termasuk pembangunan terowongan sepanjang 7 kilometer sehingga memperpendek jarak jalan tol.

"Kami mendorong pembangunan terowongan jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru mendapatkan pembiayaan JICA termasuk konstruksi jalan penghubungnya," tutup Basuki.


EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X