Tutup Rakornas, Sofyan Djalil Bagikan Sepeda dari Jokowi - Kompas.com

Tutup Rakornas, Sofyan Djalil Bagikan Sepeda dari Jokowi

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 12/01/2018, 12:00 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil membagikan sepeda dari Presiden Joko Widodo untuk para peserta Rakornas, Kamis, (11/1/2018).Arimbi Ramadhiani Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil membagikan sepeda dari Presiden Joko Widodo untuk para peserta Rakornas, Kamis, (11/1/2018).

JAKARTA, KompasProperti - Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan menutup kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung sejak Rabu, (10/1/2017).

Saat memberi pengarahan kepada para peserta Rakornas yang berasal dari berbagai Kantor BPN di seluruh Indonesia, Sofyan menyampaikan titipan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Presiden ingin berikan sepeda untuk saudara-saudara karena setiap pembagian sertifikat ada pembagian sepeda. Kemarin karena nggak dibawa, makanya dititip ke saya untuk diberikan kepada saudara-saudara sekalian," ujar Sofyan, Kamis (11/1/2018) malam.

Sofyan menyatakan, para peserta yang ingin mendapatkan sepeda harus menjelaskan inovasi apa saja yang telah diterapkan di masing-masing kantor BPN daerah.

Inovasi ini bisa berbentuk apa saja, misalnya Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) atau pelayanan lainnya, yang memberikan nilai tambah bagi BPN.

"Sepedanya ini cuma 3. Memang tidak mahal, tapi ini hadiah dari Presiden," kata Sofyan.

Ketiga peserta yang berhak mendapat sepeda tersebut adalah Kepala BPN Belitung Timur Fitriani Hasibuan, Kepala Kantor BPN Gresik Imam Nawawi, dan Kepala BPN Kabupaten Bekasi Deni Santo.

Inovasi yang dilakukan Fitriani, meliputi kerja sama dengan Jurusan Teknik Geodesi ITB dan Ikatan Alumni Teknik Geodesi ITB dalam rangka menyiapkan peta foto udara resolusi 6 cm dengan bantuan drone seluas kurang lebih 17.000 hektar.

Sementara Imam telah menerapkan pelayanan yang dijamin selesai dalam sehari untuk 11 layanan tertentu.

Sedangkan Deni membuat sistem yang dapat menganalisa informasi kepemilikan bidang tanah. Sistem tersebut mampu mengidentifikasi bidang tanah yang telah terdaftar sehingga bisa langsung menolak pelayanan pendaftaran di depan loket.

 

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM