Penulis
JAKARTA, KompasProperti - Program nasional Sejuta Rumah yang setiap tahun digelar sejak 2015, pada 2017 capaiannya sebanyak 896.231 unit.
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi mengatakan, dari total tersebut sebanyak 70 persen diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Angka Sejuta Rumah ini sebagai motivasi. Karena sebelum ini ada juga pembangunan rumah, tetapi tidak cepat," ujar Khalawi saat meninjau Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Selasa (2/1/2018).
Ia mengatakan, angka tersebut belum final dan masih ada data yang masuk. Pekan depan, angka Sejuta Rumah akan dimulai dari 0 kembali untuk perhitungan pembangunan 2018.
Adapun menurut Khalawi, Sejuta Rumah adalah upaya pemerintah dalam melaksanakan amanat Undang-undang untuk menyediakan rumah bagi masyarakat.
Meski belum pernah tercapai sampai satu juta, Khalawi optimistis setiap tahun terdapat peningkatan pembangunan rumah.
Wisma Atlet KemayoranIa menambahkan, sebanyak 50 persen pembangunan perumahan merupakan kontribusi dari pengembang swasta.
Dengan demikian, Khalawi menilai perlu adanya dorongan pemerintah terhadap swasta dengan menciptakan kondisi ekonomi yang baik.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.