REI Apresiasi Langkah PUPR Percepat PKO dengan 40 Bank Pelaksana - Kompas.com

REI Apresiasi Langkah PUPR Percepat PKO dengan 40 Bank Pelaksana

Kompas.com - 22/12/2017, 18:14 WIB
Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata, menyambut positif langkah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mempercepat pelaksanaan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan 40 bank pelaksana KPR Sejahtera FLPP tahun 2018. Dok REI Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata, menyambut positif langkah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mempercepat pelaksanaan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan 40 bank pelaksana KPR Sejahtera FLPP tahun 2018.

Jakarta, KompasProperti - Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata, menyambut positif langkah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mempercepat pelaksanaan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan 40 bank pelaksana KPR Sejahtera FLPP tahun 2018.

Langkah yang dilakukan PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) itu akan mendorong pengembang untuk lebih cepat membangun rumah subsidi dalam mencapai target Program Sejuta Rumah (PSR) yang tahun depan diprediksi akan lebih besar.

"Ini baru terjadi PKO-nya dipercepat di akhir tahun, karena biasanya dilakukan pada awal tahun. Kami anggap ini terobosan luar biasa yang dilakukan pemerintah, apalagi PKO kali ini menggandeng lebih banyak bank nasional dan bank daerah sehingga konsumen punya banyak pilihan dan itu tentu realisasi akan bertambah," ujar Eman, Jumat (22/12/2017).

Selama ini, lanjut Eman, setiap tahun PKO dengan bank pelaksana dilakukan setelah Januari. Akibatnya perbankan baru dapat menyalurkan subsidi KPR FLPP dan Subsidi Selisih Bunga (SSB) menjadi tertunda atau delay setelahnya.

"Nah, kondisi ibi yang biasanya membuat pengembang harus puasa akad kredit selama dua sampai empat bulan setelah tanda tangan PKO," kata Eman.

Namun, ditandatanganinya PKO pada akhir 2017, setelah Februari tahun depan 2018 perbankan diharapkan sudah bisa mencairkan dana FLPP dan SSB agar produktivitas pasokan bertambah.

"Kami, kalau dari sisi pengembang, PKO yang dilaksanakan lebih awal ini bikin jadi semangat untuk terus membangun, karena dari situlah adanya kepastian, sedangkan untuk masyarakat sendiri akan lebih banyak pilihan bank untuk memperoleh KPR bersubsidi," ujar Eman.

Tahun ini Eman optimistis target pembangunan 200 ribu unit yang dicanangkan REI sejak awal tahun bakal terlampaui. Desember ini atau jelang tahun 2017, REI mengklaim realisasi pembangunannya sudah melewati angka 200 ribu unit.

"Angka pastinya akan kami paparkan Januari nanti. Sekarang masih pendataan dan laporan dari daerah-daerah dan masih kami kejar terus supaya awal tahun depan sudah ada angka pastinya, termasuk target kami di 2018," lanjut Eman. 

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti, mengatakan saat ini dengan semakin banyaknya bank ikut menyalurkan subsidi, membuka peluang masyarakat untuk memperoleh KPR FLPP dan SSB semakin banyak.

"Tahun depan lebih bank penyalurnya makin banyak. Kalau tahun ini hanya 33 bank, nanti (2018) jadi 40 bank pelaksana," ujar Lana.

Dia memastikan anggaran subsidi sudah bisa cair pada awal tahun depan sehingga pemerintah juga memprediksi realisasi PSR di 2018 akan meningkat.

Dana FLPP yang akan disalurkan pada 2018 mencapai Rp 4,5 triliun, terdiri dari Rp 2,2 triliun anggaran Kementerian PUPR serta Rp 2,3 triliun dari optimalisasi pengembalian pokok.

EditorLatief
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM