Penulis
JAKARTA, KompasProperti - Teknologi sosrobahu digunakan dalam pekerjaan konstruksi Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated). Dengan menggunakan teknik ini, diyakini dapat meminimalisasi dampak kepadatan arus kendaraan yang ditimbulkan saat konstruksi digarap.
Namun, bukan kali ini saja teknik sosrobahu yang diciptakan insinyur asal Indonesia, Tjokorda Raka Sukawati, itu digunakan dalam pekerjaan konstruksi tol layang di Indonesia.
Baca juga : Malam Ini, Pier Head Perdana Tol Layang Jakarta-Cikampek Diputar
"Itu jalan tol (Tol Wiyoto Wiyono) yang lama itu, itu sosrobahu," kata Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia Davy Sukamta kepada KompasProperti, Selasa (12/12/2017).
Pekerjaan konstruksi tol yang dimulai sejak 1987 itu, rampung pada 1990. Saat ini, Tol Wiyoto Wiyono dikelola PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).
Dikutip dari laman Ikatan Alumni Teknik Sipil ITB, Raka sempat bingung saat diberi tugas sebagai Ketua Manajemen Proyek Tol Wiyoto Wiyono.
Baca juga : Sosrobahu Kurangi Kemacetan akibat Proyek Tol Layang Jakarta-Cikampek
Persoalan utama yang dihadapi dalam menggarap tol itu adalah tingginya kepadatan arus kendaraan di jalur bypass Ahmad Yani.
Bila menggunakan cara konvensional dipastikan kemacetan parah tak bisa dihindarkan lantaran seluruh jalan harus ditutup.
Akhirnya, teknik sosrobahu dipilih guna mengatasi kebuntuan atas kemacetan yang mungkin ditimbulkan selama proses konstruksi berlangsung.
Davy mengatakan, teknik sosrobahu sebenarnya bukanlah yang pertama di Indonesia. Di beberapa negara-negara Skandinavia, teknik serupa juga pernah diterapkan. Hanya perbedaannya ada pada metode pemutarannya.
"Nah ini metode pemutarannya khas, yang kemudian dipatenkan dengan nama sosrobahu. Di kita itu menggunakan tekanan oli," sebut Davy.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.