Alasan Utama Beli Apartemen Itu Aman dan Nyaman, Baru Investasi - Kompas.com

Alasan Utama Beli Apartemen Itu Aman dan Nyaman, Baru Investasi

Kompas.com - 04/12/2017, 16:32 WIB
Kawasan apartemen Sky House BSD+.LTF Kawasan apartemen Sky House BSD+.

SERPONG, KOMPAS.com - Jauh sebelum orang berpikir soal investasi, alasan utama konsumen membeli apartemen adalah kepraktisan dan keamanan tinggal di kota besar. Kedua alasan itulah yang perlahan bisa menggeser kebutuhan tempat tinggal dari rumah tapak ke hunian vertikal. 

"Bicara praktis artinya fasilitas, tapi kalau bicara keamanan dan kenyamanan itu adalah adanya advanced smart community atausistem keamanan terpadu yang membuat penghuni nyaman karena adanya perlindungan berlapis yang bersiaga 24 jam," kata Marketing Manager Sky House BSD+, Aruna Hidayat, Sabtu, (2/12/2017). 

Untuk tujuan tersebut misalnya, lanjut Aruna, SkyHouse yang dikembangkan oleh PT Sunny Garden Property di lahan seluas 2.363 meter persegi di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, itu dilengkapi sistem keamanan cerdas berupa perlindungan dengan garis pertahanan elektronik, sistem interkom iCloud mulai di lobi menara dan di dalam apartemen, serta aplikasi platform komunitas.

Aruna menuturkan, sistem tersebut meliputi sistem pengenalan mobil yang mampu mengidentifikasi kendaraan penghuni secara otomatis, sistem keamanan properti seperti pengiriman ekspres dan lift khusus untuk mempersingkat waktu tunggu penghuni.

"Sekarang ini apa-apa sudah ringkas dan cepat lewat online. Jadi, harus diimbangi dengan konsep smart home, yang juga makin ringkas dan makin cerdas lewat teknologi pengamanan yang inovatif dan terpadu. Semua peralatan di dalam apartemen harus dengan pertimbangan keamanan rinci, soket tahan air, ubin lantai tidak licin, pegangan sudut halus, sistem keamanan cerdas, kunci sidik jari dan kunci PIN sehingga lansia dan anak-anak pun jadi pertimbangan hidup aman dan nyaman," ujar Aruna. 

Setelah kedua alasan itu terpenuhi, lanjut Aruna, barulah konsumen akan bicara apartemen sebagai pilihan instrumen investasi. Apalagi, saat ini pasokannya terus bertambah dan beragam di kota besar.  

Oktober 2017 lalu, Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto kepada KompasProperti memaparkan, dari total pasokan apartemen baru sebanyak 15.277 unit, yang terserap 85,6 persen. Padahal, jumlah pasokan ini jauh lebih rendah ketimbang proyeksi Colliers pada awal tahun sekitar 21.167 unit.

Kondisi ini, menurut Ferry, membuat investor menahan uangnya. Sementara bagi pembeli dan pengguna, kesulitan untuk membeli karena terbentur tingginya uang muka atau down payment (DP) dan cicilan per bulan.

Dia menjelaskan, ada dua pasar yang aktif yakni kelas menengah ke bawah yang sensitif terhadap DP dan cicilan per bulan serta suku bunga Bank Indonesia.

Kedua adalah kelas menengah atas yang merupakan investor. Mereka akan berpikir ulang untuk membeli apartemen baru terlebih bila pasar sewa juga belum pulih seperti saat ini.

"Harga sewa sekarang kan pakai Rupiah, sehingga kalau mereka sudah punya apartemen, sedangkan rental market belum bangkit, untuk apa beli lagi?," kata Ferry.

EditorLatief
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM