Pengembang Banara Serpong Diuntungkan dengan Kawasan Utuh Puspitek - Kompas.com

Pengembang Banara Serpong Diuntungkan dengan Kawasan Utuh Puspitek

Kompas.com - 28/11/2017, 10:27 WIB
Serpong Bangun Cipta sempat menunda penjualan karena fokus menyelesaikan jalan sementara sebagai akses menuju kawasan perumahan. Serpong Bangun Cipta sempat menunda penjualan karena fokus menyelesaikan jalan sementara sebagai akses menuju kawasan perumahan.

Serpong, KompasProperti - Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Kotamadya Tangerang Selatan untuk menjadikan kawasan Puspitek sebagai satu kawasan utuh memberikan keuntungan tersendiri bagi pengembang properti.

PT Serpong Bangun Cipta yang mengembangkan perumahan Banara Serpong. Andreas Audyanto, Direktur pemasaran PT Serpong Bangun Cipta, mengatakan sebelumnya kawasan Puspitek terpisah menjadi dua bagian karena adanya jalan raya yang digunakan saat ini. Rencananya, jalan provinsi ini akan dialihkan ke sisi paling luar kawasan Puspitek.

"Dengan adanya kebijakan ini dampaknya jadi positif bagi kami. Pengerjaan jalan provinsi yang baru ini akan memakan waktu dua tahun. Karena itu, saat ini kami sedang membuat jalan sementara yang layak untuk digunakan sebagai akses menuju jalan utama," ujar Audyanto, Sabtu (25/11/2017).

Dia menjelaskan, Serpong Bangun Cipta sempat menunda penjualan karena fokus menyelesaikan jalan sementara sebagai akses menuju kawasan perumahan. Dengan adanya jalan sementara ini, dia optimistis nilai properti di Banara Serpong akan lebih baik.

"Apalagi kalau jalan utama yang segera dikerjakan oleh Pemerintah Tangsel ini selesai, maka nilai properti akan lebih meningkat, bisa sampai 30 persen sampai 40 persen," kata Audyanto.

Pasalnya, jalan utama tersebut berada tepat di depan gerbang Banara Serpong. Dengan perubahan kondisi itulah, Audyanto optimistis bisa lebih cepat menjual habis unit di perumahan tersebut, yang saat ini tersisa 46 unit seharga Rp 860 jutaan.

Dengan lahan 4,2 hektar, total unit di Banara Serpong mencapai 207 rumah. Semuanya merupakan hunian dua lantai dengan konsep custom layout yang memberi kebebasan kepada pemilik untuk memilih sendiri desain di bagian dalam rumahnya.

"Kalau dibilang properti sedang lesu, penjualan sedang menurun dan cenderung tidak bergairah, sebenarnya tidak selalu tepat. Beberapa waktu lalu proyek hunian yang dipasarkan di Serpong, ludes dalam waktu singkat, padahal harga yang ditawarkan mencapai Rp 1,5 miliar lebih. Jadi, hanya properti yang sesuai dengan kebutuhanlah yang laku," kata Audyanto.

Baca juga: Rumah Rp 2 Miliar Laris Manis

EditorLatief
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM