PHRI: "Shifting" Belanja Ritel ke Pariwisata Tak Signifikan - Kompas.com

PHRI: "Shifting" Belanja Ritel ke Pariwisata Tak Signifikan

Dani Prabowo
Kompas.com - 14/11/2017, 10:30 WIB
Ilustrasi liburan di pantaiKOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Ilustrasi liburan di pantai

JAKARTA, KompasProperti - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut adanya pergeseran pola perilaku konsumen, dari belanja ritel ke sektor pariwisata (leisure). Kendati demikian, pergeseran tersebut dinilai tidak sepenuhnya benar.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, sejauh ini belum ada lonjakan berarti pada tingkat okupansi hotel.

"Kami tidak menemukan terjadi shifting ke hotel, dan kami juga tanya ke temen-temen taman rekreasi juga tidak terlihat lonjakan signifikan. Juga temen-temen travel agent yang mengelola outbond," kata dia di Jakarta, Senin (13/11/2017).

Merujuk data BPS, kuarta III-2017 menunjukkan adanya peningkatan konsumsi masyarakat yang cukup signifikan terhadap hotel dan restoran.

Bila pada kuartal III-2016 tercatat 5,01 persen, pada periode yang sama tahun ini tercatat menjadi 5,52 persen.

Menurut Haryadi, pada semester I-2017 memang sempat terjadi lonjakan cukup signifikan terhadap okupansi hotel. Hal itu tak lepas dari adanya libur panjang.

"Tapi yang melonjak itu hanya liburan hari kejepit yang pertama ya. Kan libur kejepit itu kan beberapa kali tuh. Kejepit berikutnya biasa saja," kata dia.

Meski kenaikan okupansi hotel diprediksi berkisar antara 10-15 persen, namun hal tersebut hanya terjadi di beberapa kota seperti Solo, Yogyakarta dan Malang.

"Tapi secara umum itu saja. Pada hari berikutnya biasa saja," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menyebut pergeseran pola perilaku konsumen, dari untuk belanja jadi ke wisata, ditandai dengan beberapa indikator pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal III 2017.

Salah satu indikator yang dimaksud adalah meningkatnya konsumsi masyarakat pada hotel dan restoran.

Menurut Kecuk, indikator restoran, hotel, hingga rekreasi terus mengalami peningkatan, meskipun kontribusi terhadap konsumsi rumah tangga belum terlihat signifikan sekitar baru mencapai 14 persen hingga 15 persen.

Sementara itu, berdasarkan data BPS, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2017 mencapai rata-rata 58,42 persen atau naik 4,26 poin dibandingkan TPK September 2016 yang sebesar 54,16 persen.

Demikian juga, jika dibanding dengan TPK Agustus 2017 yang tercatat 58,00 persen, TPK September 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,42 poin.

PenulisDani Prabowo
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM