Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banyak Toko Tutup, Pemerintah Diminta Adil terhadap Ritel "Online"

Kompas.com, 28 Oktober 2017, 19:00 WIB
Dani Prabowo

Penulis

JAKARTA, KompasProperti - Kehadiran bisnis daring sedikit banyak berdampak terhadap penutupan sejumlah toko ritel konvensional.

Setelah PT Matahari Department Store Tbk yang menutup dua toko Matahari Department Store di Pasaraya Manggarai dan Pasaraya Blok M, kini giliran PT Mitra Adi Perkasa Tbk yang bakal menutup toko Lotus Department Store di gedung Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan, dari jenis barang, sebenarnya barang yang dijual di toko daring maupun toko konvensional relatif sama.

Baca juga : Bisnis Belanja Online Sudah Ada Sejak 15 Tahun Lalu

"Walaupun sumbernya berbeda. Kebutuhan masyarakat ini kan tidak ada yang kurang kan, dari makan sampai pakaian, semua sama," kata Tutum dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (28/10/2017).

Hanya yang membedakan, ada sejumlah regulasi dan aturan yang harus dipatuhi para pemilik usaha ritel konvensional, sehingga harga barang yang mereka jual relatif lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual toko daring.

Suasana Matahari Department Store di Pasaraya Manggarai, Jakarta, Selasa (19/9/2017). PT Matahari Department Store Tbk memastikan akan menutup dua gerai yang berlokasi di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai pada akhir bulan September 2017 akibat pusat perbelanjaan tersebut sepi pengunjung. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Suasana Matahari Department Store di Pasaraya Manggarai, Jakarta, Selasa (19/9/2017). PT Matahari Department Store Tbk memastikan akan menutup dua gerai yang berlokasi di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai pada akhir bulan September 2017 akibat pusat perbelanjaan tersebut sepi pengunjung.
Aturan tersebut, sebut dia, mulai dari mekanisme pajak hingga penerimaan karyawan. Belum lagi batasan yang harus dipenuhi sesuai Standar Nasional Indonesia untuk barang dan sertifikat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk makanan yang dijual.

"Kalau sekarang kami lakukan aktivitas perdagangan dengan berbagai macam aturan yang diberikan, bagaimana dengan online? Ada tidak (aturan jual beli daring)?" kata dia.

Sampai saat ini, menurut Tutum, pemerintah belum mengatur regulasi praktik jual beli daring secara rinci. Termasuk dalam hal ini pengenaan pajak terhadap barang yang dijual secara daring.

Ia pun meminta agar pemerintah segera membuat aturan tersebut, untuk menciptakan persaingan usaha yang lebih adil.

Tanpa adanya campur tangan pemerintah yang lebih tegas, ia khawatir bisnis toko daring akan lebih banyak dikuasai asing. Terlebih, pasar Indonesia untuk bisnis daring ini cukup besar.

"Bukan kami iri, kami juga bisa masuk situ. (Tapi) ini sudah masuk campur tangan asing, itu tidak bisa tutup mata. (Kami) tidak masalah, selama regulasinya memungkinkan," tutup Tutum.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau