Sofyan Djalil: Perlu Pembenahan dalam Hal Perizinan - Kompas.com

Sofyan Djalil: Perlu Pembenahan dalam Hal Perizinan

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 14/09/2017, 23:02 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil Arimbi Ramadhiani Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil

TANGERANG, KompasProperti - Dalam dialog "Mengatasi Hambatan Program Sejuta Rumah", baik pengembang maupun pemerintah daerah (pemda) sempat saling menyalahkan.

Baca: Sentil Pemda, Tjahjo Bilang Jangan Hambat Investasi Swasta

Pengembang menyebut percepatan perizinan belum berjalan maksimal. Sementara pemda mengklaim dalam sehari perizinan yang diterbitkan bisa puluhan bahkan ratusan.

Baca: Terkait Perizinan, Pengembang Sering Salahkan Pemda

 

Menanggapi hal tersebut, Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menilai perlu ada pembenahan terkait perizinan perumahan.

"Saya pikir, perlu pembenahan. Ini ada yang salah dalam hal pemerintahan ini. Di (negara) luar sudah terjadi revolusi yang luar biasa. Revolusi pasar dengan e-commerce misalnya. Itu luar biasa," ujar Sofyan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Realestat Indonesia (REI), di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Rabu (14/9/2017).

Dia mengandaikan besarnya pengaruh revolusi pasar dengan adanya e-commerce membuat mal-mal hanya menjadi tempat berkumpul atau makan alih-alih berbelanja.

Pasalnya, orang-orang akan lebih memilih untuk berbelanja secara daring melalui gawai atau komputer dengan jaringan internet.

Begitu pula revolusi di bidang energi, Sofyan melihat dalam 20-30 tahun lagi, mungkin tidak akan ada lagi pembangkit listrik tenaga uap dengan batubara karena energi begitu murah.

"Tapi sayangnya revolusi pemerintah kita ini belum jalan. Makanya kepala daerah komplain ke pemerintah pusat, pemerintah pusat komplain ke bupati. Itu yang terjadi," jelas Sofyan.

Meski demikian, Sofyan menilai saat ini merupakan kesempatan yang baik. Setelah menjabat sebagai menteri selama 5 kali dari 2 pemerintahan yang berbeda, Sofyan juga merasakan hal yang sama.

Menurut dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak segan-segan menerima ide bagus dari para menterinya. Jika menteri merasa yakin atas satu kebijakan, Jokowi mempersilakannya untuk menjalankan kebijakan tersebut.

Dengan dukungan tersebut, Sofyan mengajak para pelaku pembangunan untuk bekerja sama. Ia juga meminta pengembang untuk menyampaikan hal-hal yang menjadi hambatan pembangunan perumahan dan bagaimana pemecahannya.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM