Progres Bendungan Raknamo hingga Agustus Tembus 93,5 Persen - Kompas.com

Progres Bendungan Raknamo hingga Agustus Tembus 93,5 Persen

Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Kompas.com - 11/08/2017, 08:00 WIB
Lokasi Bendungan Raknamo di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).Dokumentasi PT Waskita Karya (persero) Lokasi Bendungan Raknamo di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

KUPANG, KompasProperti - Terhitung hingga awal Agustus 2017 ini, progres Bendungan Raknamo di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 93,5 persen. 

Kepala Teknik PT Waskita Karya (persero) untuk Bendungan Raknamo, Agasi Yudha Bestolova mengatakan, saat ini pekerjaannya sudah mencapai tahap akhir atau finishing.

"Pekerjaan yang berhubungan dengan bendungannya itu sudah hampir 100 persen selesai. Bangunan pelimpah 100 persen, bendungan utamanya 98 persen, bendungan penutup 90 persen. Semua itu sudah kita selesaikan. Jadi di lapangan hanya tinggal kerja bangunan bangunan pelengkap lainnya sama pekerjaan finishingnya," papar Agasi kepada Kompas Properti di ruang kerjanya, Kamis (10/8/2017).

Agasi mengakui, masih ada beberapa pekerjaan yang belum kelar, tapi itu pun berupa item minor, seperti saluran pembuangan untuk hujan atau drainase dan juga menyiapkan saluran pembuangan bangunan pelimpahnya.

Selebihnya, yang berhubungan dengan struktur bendungannya 95 persen hampir selesai.

Selanjutnya fasilitas pendukung bendungan seperti rumah jaga, pos jaga dan gapura untuk pintu masuk dan beton pelataran.

Saat ini Waskita masih kerjakan jalan akses di sekitar lingkar bendungan itu sejauh 8,7 kilometer.

"Kami sudah hampir selesaikan 7 kilometer. Kami juga masih lakukan pekerjaan beton jalan akses genangan dan kita harapkan akhir Agustus 2017 ini semuanya sudah selesai," kata Agasi.

Pekerjaan Bendungan Raknamo senilai Rp 782 miliar itu, awalnya dihitung 51 bulan yakni mulai dari 4 Desember 2014 hingga Februari 2019 mendatang.

Tetapi dalam pelaksanaannya, lebih cepat yakni minimal 35 bulan dan maksimal 37 bulan.

"Saat ini sudah 93,5 persen dan kalau kita konversikan ke awal proyek itu, maka sudah menjadi 99,77 persen. Rencana awal cuma 44,58 persen menjadi hampir 50 persen deviasi positifnya," tutur Agasi.

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan proses pengerjaan bendungan menjadi lebih cepat, yakni soal lahan dan iklim di NTT yang bagus untuk pekerjaan tanah, serta kerja sama antara semua pihak yang terkoordinasi secara baik.

Agasi berharap, pada Bulan September 2017 ini, semua pekerjaan Bendungan Raknamo sudah kelar.

PenulisKontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM