Tujuh Kota Dunia Sukses Menormalisasi Sungai - Kompas.com

Tujuh Kota Dunia Sukses Menormalisasi Sungai

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 04/08/2017, 14:08 WIB
Bassin de la Villette di Parisshutterstock Bassin de la Villette di Paris

KompasProperti - Beberapa kota tersibuk dan terbesar di dunia telah lama memiliki masalah dengan sungai-sungai mereka.

Secara historis dengan garis hidup untuk perdagangan, produksi, dan perjalanan, sungai-sungai kota juga sarat polusi.

Namun saat ini, sejumlah kota dunia bekerja keras untuk membuat sungai yang pernah tercemar menjadi aman dipakai berenang.

Hal itu mungkin cukup mengejutkan bagi masyarakat perkotaan yang tumbuh dengan melihat bahkan membaui sampah serta limbah memenuhi sungai.

Ide revolusioner ini bertujuan untuk menghubungkan tepi sungai yang terabaikan dengan orang-orang dan bangunan kantor yang mengelilinginya.

 Sungai Charles di Bostoncurbed Sungai Charles di Boston
1. Sungai Charles di Boston

Charles River Conservancy menyebut Sungai Charles yang sebelumnya tercemar menjadi sungai terbersih di Amerika.

Rekreasi berenang telah dilarang di Charles sejak tahun 1950-an, ketika pantai dan tempat pemandian ditutup.

Tapi sejak tahun 1995 yang menjadi tahun inisiatif kesehatan lingkungan telah membersihkan pencemaran yang terjadi di sungai tersebut.

Sejak 2013, Conservancy telah menyelenggarakan hari-hari berenang umum dan lomba berenang satu mil dengan lebih dari 1.400 orang peserta.

Air ini diuji 48 jam sebelum acara dimulai untuk memastikan keamanan publik.

Tujuan utamanya saat ini adalah untuk membangun fasilitas kolam renang yang mudah diakses dan permanen di Charles.

Jika diimplementasikan, taman renang tersebut akan berada di North Point Park, di sepanjang perbatasan Cambridge dan Boston.

Saat masih dalam tahap perencanaan, Conservancy mengadakan pertemuan publik untuk mendapatkan umpan balik mengenai rencananya dan secara aktif berupaya membawa taman renang menjadi kenyataan.

2. Bassin de la Villette di Paris

Sebuah zona kolam renang baru di cekungan kanal La Villette di Paris membuktikan bahwa bahkan di daerah perkotaan yang terpolusi secara historis, aktivitas renang dapat dilakukan.

Dibuka sebagai bagian dari festival musim panas yang sangat populer di Paris Plages, kolam-kolam itu begitu diminati pada musim panas.

Hal tersebut terbukti dengan penuhnya kapasitas harian hingga 1.000 perenang dan menghasilkan antrean yang panjang.

Keberhasilan kolam kanal baru ini telah mendorong perhatian kota untuk turut mengatasi jalur air paling terkenal di Paris, yakni Seine.

Berenang di Seine telah dilarang sejak 1923, namun setelah Paris ditunjuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2024, pemerintah berencana untuk membuat sungai tersebut secara resmi dapat dilalui.

Rendering Sungai Timur di New York City+Pool Rendering Sungai Timur di New York City
3. Sungai Timur di New York City

Tujuh tahun yang lalu, sebuah kelompok bernama + Pool mengusulkan proposal yang banyak dicemooh sebagai gagasan aneh.

Mereka merencanakan untuk membuat kolam terapung di perairan New York yang memiliki kemampuan untuk menyaring air yang tercemar, menyediakan tempat untuk berenang, dan membantu membersihkan sungai di waktu yang sama.

Untuk mewujudkannya, + Pool telah mengambil banyak langkah kecil, termasuk meluncurkan dua kampanye di Kickstarter yang berhasil mengumpulkan dana dan melakukan studi kelayakan.

The + Pool juga telah merencanakan untuk membuat sebuah karya dokumenter tentang pekerjaan mereka.

Sungai Thames di LondonThames Baths Sungai Thames di London
4. Sungai Thames di London

Serupa dengan konsep ide New York + Pool, sekelompok arsitek dan desainer di London ingin membangun serangkaian kolam terbuka di tengah Sungai Thames.

Disebut Thames Baths, proyek ini awalnya diluncurkan pada tahun 2013 oleh arsitek Studio Octopi dan telah didukung oleh ribuan pendukung di Kickstarter.

Setiap kolam akan diisi dengan air dari Thames yang diberi filtrasi dan dipanaskan di musim dingin.

Desainnya saat ini mencakup rencana di lokasi yang berdekatan dengan Balai Kota, South Bank, dan Temple Stairs.

Harapannya adalah bahwa acara seperti malam menonton bioskop sambil berenang akan membantu membuat tujuan budaya kolam renang dan merevitalisasi sungai.

Sungai Los AngelesLA River.org Sungai Los Angeles
5. Sungai Los Angeles

Siapa pun yang akrab dengan Los Angeles River di masa lalu mungkin ingat sebuah saluran pengontrol banjir beton yang membentang di jantung kota.

Pemandangan itu kini berubah, bagaimanapun juga berkat sebuah proyek restorasi besar-besaran.

Proyek ini mengubah 11 mil dari tepi laut menjadi sesuatu yang jauh lebih mirip sungai.

Namun, itu baru permulaan untuk kelompok advokasi nirlaba seperti River LA. Mereka ingin mentranssformasi proyek ini sampai 51 mil dari sungai tersebut.

Saat ini, pemerintah kota berencana mengubah ruang industri Taylor Yard menjadi taman tepi sungai.

Anggaran yang baru diadopsi di California menyisihkan 98 juta dollar AS (Rp 1,3 triliun) untuk Sungai LA.

Friends of the LA River tidak hanya melakukan proyek pembersihan besar-besaran.

Organisasi tersebut juga membantu mendidik masyarakat tentang wisata kayak, wisata sungai, mengamati burung, bersepeda, dan rekreasi tepi laut lainnya.

Meskipun kemungkinan akan memakan waktu bertahun-tahun untuk berenang di Sungai LA agar legal dan aman, ini adalah kemajuan besar.

Terutama, sungai tersebut pada dasarnya menguras air selama beberapa dekade.

Sungai Spree di Berlinwww.pogacia-photo.com Sungai Spree di Berlin
6. Sungai Spree di Berlin

Sejak tahun 1990-an, berbagai kelompok ingin membersihkan kanal di Sungai Spree di Jerman dan menciptakan tempat untuk kolam renang umum.

Gagasan tersebut telah berada di bawah payung proyek Flussbad, yang mendukung transformasi Canal Spree menjadi area kolam di pusat kota sementara juga membangun filter air alami dan zona regenerasi ekologis.

Meski proyek masih dalam tahap perencanaan, organisasi tersebut telah melakukan studi kualitas air dan mengumpulkan dana lebih dari 4,6 juta dollar AS (Rp 61,3 miliar) untuk mengubah konsep menjadi kenyataan.

Sungai Willamette di PortlandKONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA Sungai Willamette di Portland
7. Sungai Willamette di Portland

Warga Portland telah menghindari berenang di Sungai Willamette selama beberapa dekade.

Ini disebabkan karena melimpahnya limbah mingguan yang menciptakan kondisi tidak sehat.

Namun, sebuah pipa limbah senilai 1,4 miliar dollar AS (Rp 18,6 triliun) yang baru selesai pada tahun 2011 membuat orang mempertimbangkan kembali pilihan mereka.

Terutama setelah kota tersebut terhubung dengan sebuah kelompok yang disebut Human Access Project untuk mengadakan beberapa acara renang umum.

Acara yang terbesar setiap tahunnya adalah The Big Float, sebuah parade pelampung sungai yang mendukung pelestarian sungai dan membuat orang-orang berada di atas air.

Berenang di pusat kota Willamette sekarang sangat aman, dan Human Access Project menawarkan daftar pantai dan tempat berenang di pusat kota dan di sekitar kota.

Bahkan ada tim khusus yang berenang mengelilingi sungai Willamette dan kembali sebelum atau sesudah bekerja, sekitar setengah mil untuk jarak berenang.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Sumbercurbed
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM