Selasa, 28 Maret 2017

Properti

Nindya Karya Optimistis Bisa Percepat Pembangunan Bendungan Napun Gete

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Aliran air Sungai Cimanuk, Rabu (3/8/2011), dialihkan ke terowongan pengelak sebagai bagian pembangunan Bendungan Jatigede di Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Peresmian penggunaan terowongan pengelak ini dilakukan Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto. Bendungan Jatigede ini akan memiliki kapasitas air sebesar 980 juta meter kubik. Jika jadi, Bendungan Jatigede menjadi bendungan terbesar kedua setelah Bendungan Jatiluhur, juga di Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Nindya Karya (Persero) Tbk kembali dipilih sebagai penyedia jasa konstruksi Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kontrak pembangunannya senilai Rp 849,9 miliar.

Kontrak tersebut telah ditandatangani pihak Nindya bersama Pemerintah, Rabu (7/12/2016), di Kantor Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Jakarta. Ini merupakan kontrak tahun jamak dengan waktu pengerjaan selama lima tahun.

Sebelumnya, Nindya Karya juga ditunjuk sebagai pemenang tender pembangunan Bendungan Rotiklot di NTT bersama dengan PT Universal Suryaprima. Namun, berbeda dengan di Bendungan Rotiklot yang merupakan kerja sama operasi (KSO) dengan perusahaan lain, di Napun Gete Nindya Karya hanya sendiri.

"Kami merasa punya kemampuan dasar untuk melakukan pembangunan bendungan ini sendiri sehingga kami percaya diri untuk maju sendiri dan akhinya melalui proses lelang dan seleksi kami terpilih," kata Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Tbk, Indradjaja Manopol.

Sementara itu, terkait waktu pengerjaan, Dirjen SDA Kementerian PUPR Imam Santoso telah meminta Nindya Karya mempercepat proses pembangunan Bendungan Napun Gete agar bisa beroperasi lebih cepat dari rencana awal.

"Saya selalu mengingatkan teman-teman kontraktor untuk memacu percepat progres. Normalnya 5 tahun, tapi ini kelamaan, jadi tiga tahun sajalah," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Indradjaja mengaku bahwa pihaknya percaya diri dan mampu mempercepat pembangunan Napun Gete. Dia mengakui Nindya Karya ahli dalam pembangunan infrastruktur air.

Terkait waktu percepatan pembangunan, menurut dia, semuanya akan tergantung dari pembebasan tanah. Sampai saat ini baru 24 hektar yang dibebaskan dari total kebutuhan mencapai 161 hektar.

"Kami belum tahu yang dibebaskan bagian mana. Tapi, apabila yang sudah dibebaskan di bagian tapak bendungan dan juga jalan akses, kami sudah bisa memulai. Kalau belum, misalnya hanya aksesnya saja yang dibebaskan, maka kami belum bisa bangun konstruksi," kata Indradjaja.

PT Nindya Karya (Persero) Tbk sendiri saat ini telah memulai pembangunan. Hal itu lantaran berdasarkan jadwal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan peletakkan batu pertama Bendungan Napun Gete pada 12 atau 13 Desember 2016 atau pekan depan.

Penulis: Ridwan Aji Pitoko
Editor : Latief
TAG:

TERPOPULER