Senin, 22 Desember 2014
RENOVASI
Lima Trik Mengelola Dana Kredit Renovasi
Penulis : Natalia Ririh | Selasa, 10 April 2012 | 11:16 WIB
|
Share:
shutterstock
Anda harus membayar cicilan kredit renovasi secara tepat waktu. Bila terlambat, maka Anda harus membayar denda yang bakal menambah pengeluaran.

KOMPAS.com - Anda mempunyai daftar panjang kebutuhan renovasi, misalnya memperbaiki kamar mandi, memperluas dapur, membuat kamar anak, dan membuat kanopi carport. Namun ternyata, jumlah tabungan tidak mencukupi untuk semua itu. Pada situasi seperti ini, kredit renovasi bisa menjadi solusi.

Dana pinjaman dari bank sebetulnya bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan renovasi. Sejauh ini, kredit dana renovasi disediakan oleh dua jenis bank. Pertama, bank konvensional (bank umum swasta maupun nasional). Kedua adalah bank syariah.

Secara umum, persyaratam dan proses pengajuan kredit renovasi pada dua jenis bank ini hampir sama. Perbedaannya terdapat pada sistem pembayaran, bunga, dan angsuran. Nah, setelah Anda mendapatkan dana kredit renovasi, kira-kira bagaimana pengelolaannya? Simak lima langkah berikut ini:

Hitung kebutuhan dana dengan tepat

Ada baiknya, sejak awal Anda mempertimbangkan kemungkinan kenaikan harga bahan bangunan atau tambahan pekerjaan renovasi. Misalnya, tambahan pengeluaran untuk pemipaan atau instalasi listrik. Dengan begini, Anda tak akan khawatir kehabisan dana di tengah jalan.

Namun, bila saat merenovasi membutuhkan dana tambahan, Anda bisa mengajukan ke bank pemberi pinjaman. Syaratnya, nilai pinjaman baru tidak lebih dari 80 % dari taksiran nilai agunan dan batas cicilan yang ditetapkan bank terhadap penghasilan Anda. Misalnya, Anda mengagunkan rumah dan pihak bank menaksir rumah Rp 300 juta, maka Anda masih bisa menambah pinjaman selama kredit renovasi kurang dari Rp 240 juta (80% dari Rp 300 juta).

Dana urus kelengkapan dokumen dan jasa arsitek

Untuk mengajukan kredit renovasi, dibutuhkan dokumen RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan IMB Renovasi. Anda perlu bantuan arsitek atau kontraktor untuk memperoleh kedua dokumen itu. Mereka akan menyiapkan gambar kerja dan perhitungan RAB yang menjadi syarat permohonan IMB. Dengan kata lain, Anda perlu menyediakan dana untuk membayar jasa arsitek.

Harga jasa arsitek bervariasi. Ada yang dibayar per meter persegi, yaitu tergantung kompleksitas desain dan tarif jasa arsitek dan ada yang dibayar berdasarkan persentase nilai proyek, sekitar 5% - 12%.

Sementara itu, untuk pengurusan IMB, besarnya biaya retribusi tergantung luas bangunan. Anda bisa melakukan pengecekan ke kantor kecamatan atau kotamadya terdekat.

Atur distribusi dana renovasi

Setelah persyaratan administrasi dipenuhi, dana KPR renovasi akan cair dalam waktu 3 sampai 10 hari. Prosesnya berbeda pada beberapa bank. Ada yang langsung 100 %, ada pula yang bertahap dalam pencairan 25%, 50%, dan 25%.

Namun demikian, Anda perlu lebih cermat mengatur dana yang cair bertahap itu. Contohnya, Anda mengajukan permohonan renovasi sebesar Rp 200 juta dan bank akan mencairkan dana dalam tiga termin, dengan rincian Rp 25% pertama sebesar Rp 50 juta digunakan untuk pembongkaran dan penguatan struktur, dana 50% berikutnya sebesar Rp 100 juta untuk pekerjaan atap dan dinding, kemudian sisanya senilai Rp 50 juta untuk pekerjaan finishing, seperti pengecatan dan pekerjaan taman.

Adapun pencairan dana dalam tiga termin itu bisa Anda jadikan acuan kesepakatan pembayaran kontraktor. Anda bisa membayar kontraktor setiap kali dana dari bank cair.

Jadwal pekerjaan dan progress report

Beberapa bank akan mencairkan kreditnya sesuai perkembangan renovasi. Maka, Anda perlu memberikan laporan atau progress report kepada pihak bank. Setelah itu, bank akan menilai persentase perkembangan renovasi yang telah berjalan. Persentase tersebut menjadi acuan besarnya dana yang akan dicairkan berikutnya.

Maksimal seminggu setelah proses pengecekan lapangan dan progress report dilaporkan, pihak bank akan mengirimkan dana ke rekening peminjam. Progress report yang diberikan ke bank berupa foto dan berita acara perkembangan proses renovasi.

Sulit? Tentu saja, tidak. Proses ini sederhana, tapi satu kelalaian saja dapat mengganggu keseluruhan proses renovasi.

Denda keterlambatan dan pinalti

Anda harus membayar cicilan kredit renovasi secara tepat waktu. Bila terlambat, maka Anda harus membayar denda yang bakal menambah pengeluaran.

Denda keterlambatan biasanya dihitung berdasarkan jumlah hari keterlambatan dikalikan persentase tertentu dari jumlah cicilan bulanan. Mulai dari 0,5%, 1%, dan seterusnya tergantung peraturan bank.

Membayar cicilan tepat waktu akan menghindarkan Anda dari pengeluaran yang tak perlu. Jika pelunasan kredit dilakukan jauh sebelum masa pinjaman berakhir, umumnya bank akan mengenakan pinalti. Biasanya, besarannya sekitar 3% dari sisa jumlah pinjaman pada masa pinjaman kurang dari dua tahun. JIka Anda ingin mempercepat pelunasan kredit, negosiasikan hal tersebut dengan bank. (Mikael Fredi dan Tigor C.Siahaan/Majalah Renovasi)



Editor :
Latief