Jumat, 25 April 2014
TREN PROPERTI
Korea Selatan, Raksasa Baru Investasi Properti Dunia
Penulis : Hilda B Alexander | Selasa, 25 Juni 2013 | 11:51 WIB
|
Share:
www.united-states-flag.com
Investasi internasional Korea Selatan di sektor properti komersial terus mengalami pertumbuhan. Angka fantastis terjadi dalam lima bulan pertama 2013, dengan pertumbuhan 900 persen dari sebelumnya hanya 500 juta dollar pada 2012.

KOMPAS.com — Setelah China, raksasa dengan dana investasi kakap lainnya adalah Korea Selatan. Investasi properti komersial Korea Selatan ke mancanegara mencatat rekor tertinggi selama lima bulan pertama tahun 2013. Para pengembang dari Negeri Semenanjung ini telah membeli properti komersial di luar Korea Selatan senilai 5 miliar dollar AS atau ekuivalen dengan Rp 49,5 triliun. Jumlah ini melonjak tajam sebesar 900 persen ketimbang periode yang sama 2012 yang hanya mencapai 500 juta dollar AS atau Rp 4,9 triliun.

Laporan investasi tersebut dikeluarkan Capital Group International Jones Lang LaSalle. Mereka juga menyoroti pertumbuhan investasi lepas pantai dengan angka proyeksi sekitar 10 miliar dollar AS (Rp 99 triliun). Transaksi properti komersial ini tak hanya terjadi di satu negara, melainkan juga di seluruh dunia. Mulai dari pusat perbelanjaan di Australia hingga menara perkantoran di pusat bisnis Chicago, Amerika Serikat.

Capital International Asia Pacific Group Head Jones Lang LaSalle, Alistair Meadows, mengatakan pertumbuhan yang kuat dalam kegiatan pembelian Korea Selatan di Asia Pasifik, khususnya terjadi di kota-kota besar China dan Australia. Di kedua negara ini, Korea telah berkomitmen membeli ruang ritel dan perkantoran senilai masing-masing 500 juta dollar AS (Rp 4,9 triliun) dan 1 miliar dollar AS (Rp 9,9 triliun).

"Aksi investor Korea tersebut akan terus berlanjut di kawasan-kawasan inti Asia Pasifik dalam beberapa tahun ke depan," ujar Alistair.

Investasi lintas batas Korea Selatan relatif konsisten selama lima tahun terakhir. Arus modal ini terjadi karena meningkatnya pertumbuhan dana pensiun dan asuransi. Sementara pasar domestik sangat kecil bila dibandingkan China, Australia atau negara-negara lainnya. Postur pasar tersebut mendorong investasi ke mancanegara selama kurun 2006-2013 dengan besaran mencapai sepuluh kali lipat.

Direktur Pasar Modal Global Research Jones Lang LaSalle, David Green-Morgan, mengatakan investasi internasional Korea Selatan sejatinya bukanlah tren baru. Namun, mereka melihat aktivitas investasi belum pernah terjadi sebelumnya di panggung global dalam setengah tahun pertama 2013.

Pada kuartal I tahun ini, investasi lintas batas Korea Selatan mampu melampaui Kanada, Singapura, dan Norwegia. Ketiga negara ini secara tradisional menguasai investasi pasar global.