Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ternyata, Sambungan Kabel Longgar Bikin Listrik Boros

Kompas.com, 8 Juni 2026, 21:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Apakah Anda pernah merasa tagihan listrik membengkak pada bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya?

Bisa jadi hal itu disebabkan karena penggunaan kabel yang tidak sesuai atau sambungan kabel yang longgar.

Dosen dan Peneliti Kelompok Keahlian Ketenagalistrikan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB), Kevin Marojahan Banjar Nahor menyampaikan hal tersebut kepada Kompas.com.

Kevin menjelaskan, kabel yang berukuran terlalu kecil maupun sambungan yang tidak kuat dapat meningkatkan hambatan pada aliran listrik.

Baca juga: 9 Kesalahan Instalasi Listrik di Rumah yang Sering Dilakukan

Akibatnya, sebagian energi listrik berubah menjadi panas di sepanjang jalur instalasi.

Kondisi ini membuat konsumsi energi menjadi tidak efisien. Masyarakat tetap membayar listrik yang digunakan, meskipun sebagian dayanya tidak dimanfaatkan untuk mengoperasikan peralatan elektronik.

"Listrik yang seharusnya dimanfaatkan untuk peralatan, malah terbuang sia-sia sebagai panas di sepanjang kabel. Akibatnya, tagihan listrik bulanan bisa lebih tinggi tanpa disadari," kata Kevin, dikutip Senin (08/06/2026).

Tidak Hanya Boros, tetapi Juga Berbahaya

Lebih lanjut, Kevin menjelaskan bahwa sambungan kabel yang longgar tidak hanya berdampak pada pemborosan energi, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Sambungan yang tidak kuat, misalnya hanya direkatkan menggunakan lakban, dapat memicu percikan api secara berulang dalam jangka waktu tertentu.

Percikan tersebut dapat menghasilkan panas yang terus meningkat dan berpotensi menjadi sumber kebakaran apabila berada di dekat material yang mudah terbakar.

Baca juga: Blackout Listrik Sumatera, HK Pastikan Layanan Tol Tetap Normal

"Korsleting dapat menghasilkan panas di atas 3.000 derajat celsius dalam waktu singkat, cukup untuk menyambar benda mudah terbakar di sekitarnya seperti gorden, kertas, atau sofa," jelas Kevin.

Kevin juga mengingatkan bahwa kerusakan akibat instalasi yang buruk sering kali tidak terlihat dari luar. Kabel yang berada di dalam dinding dapat mengalami kerusakan pada lapisan isolasinya tanpa menunjukkan gejala yang mudah dikenali.

"Kabel di dalam dinding bisa saja sudah getas atau meleleh sebagian tanpa ada gejala apa pun. Bahaya baru terasa saat insiden sudah terjadi, yang biasanya dalam bentuk kebakaran mendadak atau sengatan listrik," ucapnya.

Bikin Barang Cepat Rusak

Selain itu, instalasi listrik yang tidak tepat juga dapat menyebabkan gangguan pada peralatan elektronik.

Tegangan yang tidak stabil dan sambungan yang kurang baik dapat memperpendek usia pakai perangkat seperti lampu, televisi, kulkas, maupun peralatan rumah tangga lainnya.

Baca juga: Rebutan Listrik Pusat Data AI Ubah Peta Investasi Korporasi Asia Pasifik

"Lampu cepat putus, komponen TV dan kulkas cepat rusak, dan biaya perbaikan jadi membengkak," ujar Kevin.

Karena itu, penggunaan perangkat kelistrikan yang memenuhi standar serta pemasangan instalasi yang benar menjadi penting untuk menjaga efisiensi energi sekaligus mengurangi risiko gangguan dan kecelakaan kelistrikan di rumah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau