JAKARTA, KOMPAS.com - Apakah Anda pernah merasa tagihan listrik membengkak pada bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya?
Bisa jadi hal itu disebabkan karena penggunaan kabel yang tidak sesuai atau sambungan kabel yang longgar.
Dosen dan Peneliti Kelompok Keahlian Ketenagalistrikan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB), Kevin Marojahan Banjar Nahor menyampaikan hal tersebut kepada Kompas.com.
Kevin menjelaskan, kabel yang berukuran terlalu kecil maupun sambungan yang tidak kuat dapat meningkatkan hambatan pada aliran listrik.
Baca juga: 9 Kesalahan Instalasi Listrik di Rumah yang Sering Dilakukan
Akibatnya, sebagian energi listrik berubah menjadi panas di sepanjang jalur instalasi.
Kondisi ini membuat konsumsi energi menjadi tidak efisien. Masyarakat tetap membayar listrik yang digunakan, meskipun sebagian dayanya tidak dimanfaatkan untuk mengoperasikan peralatan elektronik.
"Listrik yang seharusnya dimanfaatkan untuk peralatan, malah terbuang sia-sia sebagai panas di sepanjang kabel. Akibatnya, tagihan listrik bulanan bisa lebih tinggi tanpa disadari," kata Kevin, dikutip Senin (08/06/2026).
Lebih lanjut, Kevin menjelaskan bahwa sambungan kabel yang longgar tidak hanya berdampak pada pemborosan energi, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Sambungan yang tidak kuat, misalnya hanya direkatkan menggunakan lakban, dapat memicu percikan api secara berulang dalam jangka waktu tertentu.
Percikan tersebut dapat menghasilkan panas yang terus meningkat dan berpotensi menjadi sumber kebakaran apabila berada di dekat material yang mudah terbakar.
Baca juga: Blackout Listrik Sumatera, HK Pastikan Layanan Tol Tetap Normal
"Korsleting dapat menghasilkan panas di atas 3.000 derajat celsius dalam waktu singkat, cukup untuk menyambar benda mudah terbakar di sekitarnya seperti gorden, kertas, atau sofa," jelas Kevin.
Kevin juga mengingatkan bahwa kerusakan akibat instalasi yang buruk sering kali tidak terlihat dari luar. Kabel yang berada di dalam dinding dapat mengalami kerusakan pada lapisan isolasinya tanpa menunjukkan gejala yang mudah dikenali.
"Kabel di dalam dinding bisa saja sudah getas atau meleleh sebagian tanpa ada gejala apa pun. Bahaya baru terasa saat insiden sudah terjadi, yang biasanya dalam bentuk kebakaran mendadak atau sengatan listrik," ucapnya.
Selain itu, instalasi listrik yang tidak tepat juga dapat menyebabkan gangguan pada peralatan elektronik.
Tegangan yang tidak stabil dan sambungan yang kurang baik dapat memperpendek usia pakai perangkat seperti lampu, televisi, kulkas, maupun peralatan rumah tangga lainnya.
Baca juga: Rebutan Listrik Pusat Data AI Ubah Peta Investasi Korporasi Asia Pasifik
"Lampu cepat putus, komponen TV dan kulkas cepat rusak, dan biaya perbaikan jadi membengkak," ujar Kevin.
Karena itu, penggunaan perangkat kelistrikan yang memenuhi standar serta pemasangan instalasi yang benar menjadi penting untuk menjaga efisiensi energi sekaligus mengurangi risiko gangguan dan kecelakaan kelistrikan di rumah.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.