Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mudah Beli Rumah dengan KPR

Kompas.com, 17 Juni 2025, 11:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

KOMPAS.com - Memiliki rumah impian adalah dambaan banyak orang, terutama milenial akhir dan Gen Z yang baru memulai karier.

Namun, dengan harga properti yang terus melonjak, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi solusi utama untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati menuturkan, KPR FLPP adalah cara paling mudah bagi anak muda MBR untuk membeli rumah.

Baca juga: Mengapa Banyak Orang Sulit Punya Rumah?

Saat ini, Kementerian PKP tengah mempersiapkan skema pembiayaan yang memungkinkan sicilan rumah subsidi 18 meter persegi diperkirakan bisa berkisar Rp 600.000-Rp 700.000 per bulan.

"Nanti InsyaAllah kalau memang nanti ke depan kami sudah banyak masukan dari semua stakeholder dengan harga yang nanti lebih murah, itu cicilannya juga kami dorong bisa lebih murah, bisa Rp 600.000 sampai Rp 700.000 sebulan," ujar Sri, Senin (16/6/2025).

Berikut tips cepat beli rumah dengan KPR

1. Rencanakan Keuangan dengan Matang

Pastikan cicilan KPR tidak melebihi 30 persen dari pendapatan bulanan Anda untuk menjaga stabilitas keuangan. Misalnya, dengan gaji Rp 5 juta, cicilan ideal adalah sekitar Rp 1.500.000.

Baca juga: Cari Rumah Subsidi dengan Luas Lebih Manusiawi? Cek di Sini

Siapkan minimal 1-5 persen dari harga rumah untuk KPR subsidi atau 10-20 persen untuk KPR komersial. Mulai menabung sejak dini melalui program seperti Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk mengumpulkan DP.

Bank akan memeriksa riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Lunasi utang seperti pinjaman online atau kartu kredit untuk meningkatkan peluang pengajuan KPR disetujui.

2. Pilih Rumah yang Sesuai Kemampuan

Jika pendapatan Anda di bawah Rp 12 juta, pertimbangkan rumah subsidi dengan harga Rp 150 juta-Rp 185 juta, DP ringan mulai 1 persen, dan bunga tetap 5 persen. Cocok untuk Gen Z dengan gaji terbatas.

Baca juga: 4 Pilihan Rumah Subsidi Tak Menguras Dompet, Cuma Rp 140 Jutaan

Rumah bekas sering kali lebih murah dan negosiasi harga lebih fleksibel. Pastikan dokumen seperti sertifikat dan IMB lengkap untuk mempermudah proses KPR.

Pilih rumah dekat transportasi umum atau kawasan berkembang untuk nilai investasi jangka panjang.

3. Bandingkan Penawaran Bank

Setiap bank memiliki suku bunga, tenor, dan promo berbeda. Bandingkan program KPR dari beberapa bank untuk mendapatkan bunga terendah, plafon tertinggi, dan tenor terpanjang. Gunakan simulasi KPR online di situs-situs bank resmi untuk memperkirakan besarnya cicilan.

Manfaatkan promo seperti bebas biaya administrasi, provisi, atau DP 0 persen yang sering ditawarkan bank tertentu, terutama untuk KPR syariah.

4. Siapkan Dokumen Lengkap

Dokumen standar untuk pengajuan KPR meliputi: KTP, KK, surat nikah (jika menikah), slip gaji, rekening koran 3 bulan terakhir, NPWP, dan surat keterangan kerja. Untuk wiraswasta, siapkan izin usaha dan laporan keuangan.

Baca juga: Mulai Rp 123 Juta, Inilah 5 Pilihan Rumah Subsidi di Muko-Muko

Untuk KPR subsidi, tambahkan surat pernyataan belum memiliki rumah dari instansi atau lurah.

Ajukan KPR ke beberapa bank sekaligus untuk memperbesar peluang disetujui.

5. Manfaatkan Program Pemerintah

Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menawarkan bunga rendah (5 persen), DP mulai 1 persen, dan subsidi uang muka hingga Rp 4 juta untuk rumah tapak. Cocok untuk MBR dengan gaji maksimal Rp 12 juta.

Tapera: Tabung 3 persen dari gaji Anda melalui Tapera untuk mengumpulkan dana DP atau cicilan. Pemerintah dapat memberikan matching fund untuk mempercepat tabungan.

6. Ajukan KPR Sejak Usia Muda

Semakin muda Anda mengajukan KPR, semakin panjang tenor yang bisa diambil (hingga 30-35 tahun), sehingga cicilan lebih ringan. Usia ideal adalah 21-35 tahun, saat masih produktif.

Jika sudah menikah, gunakan skema joint income dengan pasangan untuk meningkatkan plafon kredit.

7. Pilih Developer Terpercaya

Bekerja sama dengan developer ternama yang sudah bermitra dengan bank dapat mempercepat proses pengajuan KPR.

Hadiri pameran properti, seperti yang diadakan BTN, untuk mendapatkan informasi rumah subsidi dan promo KPR.

8. Jaga Reputasi Kredit

Hindari keterlambatan pembayaran utang untuk menjaga skor kredit di SLIK OJK. Bank seperti BRI memeriksa riwayat kredit untuk memastikan Anda layak sebagai debitur.

Bayar cicilan tepat waktu setelah KPR disetujui untuk membangun track record yang baik, berguna untuk pengajuan pembiayaan lain di masa depan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau