Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sudahkah Anda Tempati Rumah Layak Huni? Cek di Sini Kriterianya

Kompas.com, 13 Mei 2025, 09:40 WIB
Muhdany Yusuf Laksono

Penulis

KOMPAS.com - Rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi ruang keluarga untuk tumbuh dan belajar.

Tanpa kondisi rumah yang memadai, risiko penyakit, stres, hingga penurunan kualitas hidup masyarakat akan meningkat.

Untuk itu, konsep rumah layak huni menjadi penting dan krusial.

Apa itu rumah layak huni?

Dilansir dari laman krs.perumahan.pu.go.id, rumah layak huni adalah rumah yang memenuhi persyaratan keselamatan bangunan dan kecukupan minimum luas bangunan serta kesehatan penghuni.

Dalam perkembangan pembangunan perumahan yang berkelanjutan, perlu diterapkan juga prinsip kelestarian lingkungan dan konsep bangunan gedung hijau, yakni konservasi air, konservasi energi, dan penurunan emisi karbon melalui efisiensi material.

Baca juga: Enam Provinsi dengan Jumlah Keluarga Tempati Rumah Layak Huni Terendah

Bagaimana kriteria rumah layak huni?

Terdapat enam kriteria rumah layak huni menurut Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi:

1. Ketahanan Bangunan

Ketahanan bangunan menjadi aspek pertama yang diutamakan dalam kriteria rumah layak huni menurut SDGs.

Komponen pertama yaitu struktur dan non-struktur rumah memenuhi kaidah konstruksi. Selain itu, harus menggunakan bahan bangunan yang ber-Standar Nasional Indonesia (SNI).

2. Luas Bangunan

Luas bangunan juga menjadi pertimbangan krusial dalam kriteria rumah layak huni. Idealnya, luas lantai (ruang) minimal 7,2 meter persegi per orang.

Artinya, setiap penghuni rumah harus memiliki ruang gerak dengan luasan minimal tersebut agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Misalnya, apabila terdapat lima orang dalam satu rumah, maka total luas idealnya 36 meter persegi.

3. Sanitasi

Setiap rumah harus dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang baik, yaitu kloset leher angsa yang terhubung dengan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) atau septic tank.

Tak hanya itu, septic tank harus disedot minimal sekali setiap lima tahun.

Standar sanitasi ini perlu diterapkan untuk mencegah pencemaran lingkungan dan memastikan kesehatan penghuni rumah terjaga dengan baik.

4. Air Minum

Tidak hanya tentang sanitasi, kriteria rumah layak huni lainnya juga mencakup ketersediaan air minum yang aman.

Air yang dikonsumsi harus bebas dari rasa, bau, dan warna yang mencurigakan, serta tidak boleh mengandung mikroorganisme atau logam berat.

Selain itu, air minum harus tersedia setidaknya selama 12 jam setiap hari, dan jarak jangkau atau waktu tempuh dari rumah ke sumber air minum juga tidak boleh lebih dari 30 menit.

Baca juga: 25 Juta Rumah Tak Layak Huni, Butuh Segera Direnovasi

5. Pencahayaan

Pencahayaan alami di dalam rumah juga harus diperhatikan. Menurut SDGs, pencahayaan di dalam rumah harus minimal 10 persen dari luas lantai.

Hal ini penting karena pencahayaan yang baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan visual, tetapi juga berperan penting menjaga kesehatan mata dan mengatur ritme sirkadian tubuh.

6. Penghawaan

Kriteria rumah layak huni yang terakhir yaitu penghawaan. Penghawaan harus setidaknya 5 persen dari luas lantai.

Dengan begitu, sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik di dalam rumah. Sehingga mencegah kelembaban berlebihan yang bisa menyebabkan timbulnya jamur dan bakteri, serta untuk menjaga suhu dalam ruangan tetap nyaman.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau