Meski Banjir Insentif, Pasar Apartemen Surabaya Tetap Stagnan

Kompas.com - 31/08/2021, 17:00 WIB
Ilustrasi apartemen SOHO. DOK. ShutterstockIlustrasi apartemen SOHO.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbeda dengan Jakarta, banjir insentif yang diberikan pemerintah tak berdampak pada penjualan apartemen di Surabaya, Jawa Timur. 

Hal ini terlihat dari catatan Colliers Indonesia yang melaporkan bahwa tingkat serapan apartemen tetap stagnan pada 85,79 persen. Harga permintaan juga masih tetap di kisaran Rp 21,9 juta per meter persegi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanya Pakuwon Group yang menikmati banjir insentif pemerintah dengan catatan pra-penjualan atau marketing sales senilai Rp 820 miliar pada Semester I-2021.

Raihan tersebut merupakan 30,5 persen dari target marketing sales yang ditetapkan tahun ini senilai Rp 1,4 triliun.

Pada pertengahan tahun semester ini, Pemerintah melonggarkan beberapa regulasi terkait sektor properti.

Baca juga: Tren Penurunan Okupansi Perkantoran Surabaya Terus Berlanjut hingga 2022

Relaksasi tersebut berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang akan berakhir apda 31 Desember 2021 yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 103/PMK.010/2021.

Perpanjangan insentif ini bertujuan untuk memberikan stimulus konsumsi demi menjaga ritme pemulihan ekonomi.

Fasilitas ini diberikan untuk penyerahan rumah tapak baru dan unit hunian rumah susun baru.

Insentif diskon pajak berupa fasilitas PPN DTP diberikan 100 persen untuk rumah atau unit dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar dan 50 persen untuk rumah atau unit dengan harga jual di atas Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar.

Kemudian pelonggaran Loan to Value (LTV) Ratio, dan penurunan risiko Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR).

Halaman:


Sumber Colliers
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.