Kompas.com - 25/08/2021, 08:00 WIB
Sejumlah pengunjung menikmati sejumlah kuliner saat acara Festival Kuliner Serpong (FKS) di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten, Senin (3/9/2018). Festival kuliner Serpong kali ini mengusung tema Membedah Pesona Bumi Borneo dan akan berlangsung hingga 16 September 2018. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISejumlah pengunjung menikmati sejumlah kuliner saat acara Festival Kuliner Serpong (FKS) di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten, Senin (3/9/2018). Festival kuliner Serpong kali ini mengusung tema Membedah Pesona Bumi Borneo dan akan berlangsung hingga 16 September 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah mengubah tantanan kehidupan masyarat dunia, termasuk bagaimana cara manusia saling berinteraksi.

Selain membatasi interaksi, masyarakat dianjurkan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di ruang terbuka demi menekan laju penularan virus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kehadiran ruang terbuka ini ternyata bisa menjadi nilai tambah bagi sebuah mal saat masih berlangsungnya pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Senior Advisor Research Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan, akses ruang terbuka hijau di sebuah pusat perbelanjaan, bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat.

Baca juga: Hingga 2023, Jakarta Bakal Tambah Enam Mal Baru

“Tidak bisa dipungkiri pasti orang akan lebih memilih berkunjung ke mall yang memiliki banyak akses ke ruang terbuka dari pada mall yang biasa. Hal ini kemungkinan bisa ditemukan pada mal-mal baru yang dirilis saat pandemi,” jelas Syarifah, Selasa (24/8/2021).

Keberadaan ruang terbuka hijau yang banyak, dapat menjadi selling point dan menarik animo masyarakat untuk berkunjung.

Apalagi, di dunia digital seperti sekarang informasi akan dengan cepat menyebar luas terlebih bila ada hal-hal unik dan baru.

Pastinya konsumen akan penarasan dan ingin mendapatkan pengalaman berbelanja di mal dengan desain yang menyatu dengan ruang hijau.

"Tentunya mal akan mendapatkan keuntungan bila tingkat kunjungan naik,” ucap dia.

Konsep ruang terbuka pada mal ini bisa dikembangkan, mengingat Jakarta belum dinilai memiliki ruang terbuka ideal 30 persen.

“Ini bisa menjadi referensi untuk ritel-ritel baru sehingga mereka bisa beradaptasi dengan melakuan redesign dan relayout, di mana area toko dapat terkoneksi dengan area hijau dan terbuka,” tandasnya.

Hingga 2023, Jakarta akan memiliki enam mal baru yakni AEON Mall Southgate Tanjung Barat, Thamrin Nine Mixed Used, MTC Tanah Abang, Holland Village Mall, Menara Jakarta Shoping Mall, serta Daan Mogot City.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.