Kompas.com - 24/08/2021, 20:30 WIB
Gunakan bahan polycarbonate sebagai pengganti seng untuk menutupi halaman belakang. instagram @hannibiiGunakan bahan polycarbonate sebagai pengganti seng untuk menutupi halaman belakang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Apakah Anda tahu mengenai polikarbonat? Polikarbonat adalah lembaran yang terbuat dari polimer thermoplastic sejenis serat kaca yang memiliki kekuatan lebih baik dibandingkan dengan plastik.

Kini para perancang bangunan lebih memilih polikarbonat sebagai opsi alternatif pengganti kaca. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alasannya karena material ini mudah dipasang dan juga dibentuk, tetapi kuat dan tahan lama, serta lebih murah dari harga kaca.

Harga polikarbonat per meter berada pada kisaran Rp 3 juta-Rp 4 juta, bergantung pada merek dan ketebalan lapisannya.

Ukuran dan ketebalannya pun beragam. Ukuran polikarbonat standar adalah 2,1 m x 11,8 m, dengan ketebalan antara 4 mm-10 mm.

Baca juga: Semen Fiber Ciptakan Sensasi Pengalaman Berbeda di Rumah Anda

Awalnya, polikarbonat lebih banyak dikenal sebagai penutup atap, namun sebenarnya ada banyak kegunaan bahan yang kuat, memiliki kemampuan meredam panas dan cahaya dari sinar ultraviolet.

Polikarbonat cocok diaplikasikan untuk desain interior modern. Telah banyak arsiterk yang menggunakannya karena memiliki efek tembus pandang dan mampu membentuk pencahayaan yang unik.

Polikarbonat dapat menciptakan suasana ruang yang berkesan hi-tech.

Sifatnya juga tahan terhadap air, membuatnya bisa diaplikasikan pada area basah dan lembab seperti kamar mandi.

Selain itu, polikarbonat ternyata bisa juga diaplikasikan sebagai material untuk furnitur subtitusi kayu atau logam.

Baca juga: Enam Model Material Lantai Rumah, Cek Perbedaan dan Manfaatnya

Pemasangan polikarbonat harus dipasang pada ruang, sudut atau posisi yang tepat agar tidak ada celah untuk jamur berkembang biak. Jika sudah muncul jamur, maka akan sulit dibersihkan.

Kekurangannya, polikarbonat tetap bisa tergores akibat benda tajam dan paparan sinar matahari terus menerus.

Hal tersebut bisa diatasi menggunakan pelapis khusus, tapi sayangnya harganya cukup mahal.

Jika terpapar sinar matahari terlalu lama, warnanya akan memudar dalam waktu sekitar 10 tahun.

Adapun contoh bangunan yang telah memakai polikarbonat diantaranya Studio arsitektur Araya Kid's Restuarant yang berada di China, Encounter Lutheran College di Australia, The House of 33 Years di Jepang, Playground Zona Maidagan di Spanyol dan lainnya.

Di Indonesia, bahan ini belum banyak digunakan untuk pengganti kaca meski sudah ada yang memakainya untuk dekorasi stand pameran, lantai panggung atau ruang disko.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.