Pasar Holiday Home di Bali Menjanjikan, Greenwoods-Alaya Rilis Hunian Resor 7 Juta Dolar AS

Kompas.com - 18/08/2021, 15:00 WIB
Damara Village Ubud Alaya Collection GreenwoodsDamara Village Ubud Alaya Collection

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak dapat dimungkiri, meski Pandemi-Covid-19 belum usai, namun Bali masih menyimpan magnet sebagai kawasan pariwisata kelas dunia yang diincar banyak kalangan.

Tak cuma oleh para pelancong yang ingin merasakan suasana alam tropis dan tradisi budaya yang melekat erat, juga para investor.

Salah satu yang jeli memanfaatkan potensi Pulau Dewata adalah Greenwoods Group. Melalui anak usaha PT Baruna Realty, mereka menggandeng anak usaha Alaya Group, PT Bali Sakanti Adya, mengembangkan Damara Village Ubud Alaya Collection.

Menempati area seluas 1,3 hektar, properti ini dibangun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan holiday home yang menunjukkan permintaan peningkatan pasca-kebijakan Work From Bali (WFB) yang dilansir Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Baca juga: Lagi Investor Jepang Masuk Pasar Hunian, Digandeng Greenwoods Bangun Citaville Cikarang

"Namun, jauh sebelum kebijakan WFB ini, Bali memang diincar sebagai lokasi favorit untuk rumah kedua atau second home. Kami masuk dalam segmen pasar ini, karena pasokannya terbatas," ujar CEO Greenwoods Group Okie Imanto menjawab Kompas.com, Rabu (18/8/2021).

Okie mencontohkan portofolio lainnya yang dikembangkan perusahaan dan mendapat sambutan antusias pasar, yakni Damara Village Jimbaran.

Hunian tersebut diserap oleh pembeli dari Jakarta, Surabaya, dan juga masyarakat lokal Bali sendiri.

Menurut dia, kerja sama dengan Alaya Group telah dijajaki selama enam tahun, dan baru terealisasi pada Tahun 2021.

Proyek Damara Village Ubud Alaya Collection ini diperkirakan menelan dana investasi sebesar 7 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 100 miliar.

Tahap pertama akan dibangun sebanyak 50 hingga 60 unit dengan patokan harga terendah mulai dari Rp 2 miliar.

CEO Alaya Group Jimmy Gunawan menambahkan, Damara Village Ubud Alaya Collection dirancang dengan konsep resor.

Baca juga: Hotel di Bali Bergantung pada Turis Domestik

"Meskipun bentuknya perumahan, namun dikelola secara profesional dengan kualitas desain, dan servis yang mengadopsi konsep resor one gate system," urai Jimmy.

Kendati pengelolaan kawasan proyek dilakukan oleh Alaya Group, imbuh Jimmy, konsumen memiliki kebebasan untuk tinggal dalam waktu yang diinginkan.

"Properti ini tidak seperti properti lainnya yang membatasi masa tinggal pemilik. Namun, jika pemilik ingin unit-unitnya dikelola dan dijadikan instrumen investasi, bisa melalui Alaya Group untuk disewakan kembali," terang Jimmy.

Sebelumnya, Alaya Group telah membangun dan mengelola sejumlah resor di Bali, seperti Alaya Resort Ubud, Alaya Dedaun Kuta, dan juga Dala Spa, Cerita Manisan Restoran, dan Pison Coffee Ubud.

Dengan pengalaman mengelola bisnis hospitalitas di Bali, Jimmy memastikan Alaya Group fokus pada kualitas pengelolaan hunian Damara Village Ubud Alaya Collection.

Keduanya mengharapkan, kerja sama ini dapat menambah optimisme dalam menghadapi sejumlah tantangan bisnis properti di tengah masa Pandemi Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.