Dampak Diskon Pajak Belum Terlihat, Harga Apartemen Tidak Naik

Kompas.com - 08/07/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi apartemen. ThinkstockIlustrasi apartemen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga Kuartal II 2021, dampak insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung-Pemerintah (PPN-DTP) masih belum terlihat pada sektor apartemen.

Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengungkapkan hal ini dalam laporan yang diterima Kompas.com, Kamis (08/07/2021). 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebenarnya pada Kuartal II (2021), memang masih belum banyak terlihat, khusus sektor apartemen," terang Ferry.

Menurut Ferry, permasalahan dari sektor apartemen disebabkan sedikitnya unit ready stock (siap huni) dengan jangka waktu yang tak lama.

Meski begitu, Ferry mengapresiasi langkah Pemerintah dalam memperpanjang pemberian insentif PPN DTP Properti hingga akhir tahun ini.

Dengan perpanjangan ini, dia berharap dapat menjadi katalis penjualan proyek apartemen tahun 2021.

Selama insentif ini diberikan, para pengembang dipastikan tidak menaikkan harga jual proyek yang mereka bangun tersebut.

Baca juga: Pasokan Apartemen Jakarta Seret, Hanya Satu Proyek Keluaran China Railway Group

Sebab, target pengembang saat ini adalah menjual produk siap huni untuk meningkatkan penjualan mereka.

"Karena kalau ini tidak dimanfaatkan, agak sulit (penjualan) apartemen seperti saat ini," tambah dia.

Hingga Kuartal II, proyek apartemen yang telah terserap baru mencapai 575 unit. Sementara sepanjang tahun 2020, serapan apartemen mencapai 1.927 unit.

Ferry mengatakan, jumlah ini tidak sampai 50 persen dari serapan proyek apartemen pada tahun lalu.

Sementara itu, penjualan apartemen pada Kuartal II 2021 merosot hingga 63 persen dibandingkan kuartal sebelumnya pada tahun ini atau hanya terjual 155 unit.

Adapun insentif PPN DTP Properti awalnya hanya berlaku hingga Agustus Tahun 2021 sebagaimana tertuang Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21 Tahun 2021.

Namun kemudian kebijakan ini diperpanjang hingga akhir tahun 2021.

Pemerintah memberikan insentif berupa PPN untuk rumah tapak dan rumah susun (rusun) dengan harga maksimal Rp 2 miliar. 

Selain itu, insentif PPN sebesar 50 persen juga diberikan bagi rumah tapak maupun rusun dengan harga jual Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.