Dicari, Perusahaan Swasta yang Ingin Salurkan Dana CSR untuk Perumahan

Kompas.com - 08/06/2021, 11:30 WIB
Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Dwityo Akoro Soeranto Kementerian PUPRDirektur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Dwityo Akoro Soeranto

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR mengajak swasta atau perusahaan-perusahaan di daerah ikut membantu membangun hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kami sedang mencari perusahaan-perusahaan yang ingin menyalurkan dana CSR nya untuk membantu pemerintah dalam program pembanguna. perumahan bagi masyarakat," kata Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan Direktorat Jenderal Perumahan Dwityo Akoro Soeranto dalam keterangan tertulis, Selasa (08/06/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dwityo menjelaskan, pemerintah tidak dapat melaksanakan program perumahan sendiri. Pemerintah membutuhkan dukungan serta bantuan dari berbagai pihak agar program perumahan dapat berjalan dengan baik.

Baca juga: Ini Syarat Mendapatkan Bantuan Renovasi Rumah dan Tempat Usaha HOME

"Saat ini Kementerian PUPR terus mendorong pelaksanaan Program Sejuta Rumah (PSR) untuk masyarakat dan kami harap perusahaan di daerah bisa memaksimalkan penyaluran dana CSR lewat program perumahan," kata Diwtyo.

Melalui program ini pemerintah berharap akan tersedia rumah layak untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.

Untuk itu, jika ada perusahaan atau sektor swasta yang ingin ikut berperan dalam program perumahan dapat berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR.

Beberapa isu strategis yang muncul belakangan ini adalah bagaimana pemenuhan rumah layak huni untuk MBR.

Mereka harus tinggal dekat dengan tempat kerja sehingga dapat menghemat waktu perjalanan dari rumah dan meminimalisasi pengeluaran untuk biaya transportasi.

"Lahan di tengah kota kini semakin sulit. Padahal banyak MBR yang bekerja di perkotaan dan jarak tempuhnya jauh sekitar 60 kilometer dan waktu tempuhnya bisa 2 jam," imbuh Dwityo.

Baca juga: Harga Terbaru Rumah Tipe 45/90 di Depok, Bekasi, Bogor, dan Karawang

Perusahaan di daerah bisa mengajak pemerintah daerah jika ingin menyalurkan dana CSR-nya.

Mengingat dana APBD terbatas, perusahaan juga bisa ikut membantu melalui program bedah rumah masyarakat.

Untuk diketahui, Kementerian PUPR memiliki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal dengan bedah rumah untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi lebih layak huni untuk MBR.

"Dana bantuannya Rp 20 juta untuk bahan bangunan dan upah tukang untuk satu rumah. Jika perusahaan swasta bisa ikut menyalurkan dana CSR untuk perumahan maka kita bisa perbaiki lebih banyak rumah masyarakat yang saat ini tinggal di RTLH," tuntas Dwityo.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.